5+ Biaya Trading Forex Wajib Dihitung Trader agar Untung

Meskipun terlihat kecil, biaya trading forex bisa punya dampak yang signifikan terhadap profit trading. Karena bisa menggerus keuntungan yang sudah diraih.

Penting bagi trader mengetahui semua jenis biaya dan memperhitungan biaya yang harus ditanggung dalam trading forex.

Apa saja biaya trading forex ? Ini daftarnya.

1. Spread

Spread adalah nilai selisih atau margin antara harga beli (ask) dan harga jual (bid) mata uang antara trader dengan broker. Biaya ini dibebankan broker kepada trader atas transaksi yang mereka lakukan, bukan dibebankan secara terpisah.

Jadi, ‘Spread’ merupakan selisih harga beli dan harga jual. Contohnya dalam Eur / USD, harga beli di 1.1215 sementara harga jual di 1.1212 selisih 3 PIP, yang sebenarnya merupakan cost untuk investor.

Saat Anda beli seharusnya bisa mendapatkan pada harga yang lebih murah di 1.1212 sementara saat jual bisa mendapatkan harga yang lebih tinggi di 1.1215 jika tidak ada spread.

Tapi karena ada spread, broker yang mengambil keuntungan tersebut.

Sama persis kita mencari money changer, biasanya cari yang selisih harga jual dan belinya paling kecil.

Idealnya Anda cari broker forex yang Spread – nya paling kecil.

Karena itu, jangan mudah tergoda terhadap broker yang menetapkan layanan tanpa komisi, karena besar kemungkinan biaya yang ia bebankan terdapat pada spread. Selalu pelajari dengan terperinci biaya yang akan kita keluarkan.

Jenis forex spread terdiri dari dua yaitu,

  • spread tetap (fixed spread)
  • spread mengambang (floating spread).

Fixed spread tetap sama walaupun kondisi pasar berubah-ubah – entah bergejolak atau stabil – nilai yang kita sepakati dengan broker pilihan tidak bakal terpengaruh.

Bagi trader dengan modal kecil, fixed spread merupakan pilihan, karena rata-rata broker tidak memasang angka fixed spread yang besar.

Keuntungan lain trading dengan fixed spread adalah biaya transaksi lebih mudah diprediksi. Karena angkanya tetap, trader sudah tahu berapa biaya yang harus mereka bayarkan saat melakukan trading.

Sementara, floating spread berubah-ubah mengikuti harga bid dan ask dari pasangan mata uang. Spread akan mengikuti penawaran dan permintaan mata uang serta volatilitas pasar.

Karena itu, nilai spread bisa sangat rendah, bisa dimulai dari 0, pips, tergantung pair dan broker terkait.

Ini bisa berbahaya bagi trader. Misalnya, saat ingin membeli EUR/USD dengan spread 2 pips, tetapi saat mau menekan tombol ‘beli’, kita tidak tahu kalau laporan NFP baru saja dirilis dan spread bisa melebar dengan cepat menjadi 15 pips.

Spread diukur sebagai pips – sebuah unit terkecil dari pergerakan harga suatu pasangan mata uang. Untuk sebagian besar pasangan mata uang, satu pip sama dengan 0,0001.

Contoh, untuk pasangan mata uang EUR/USD apabila harga bid sebesar 1.5735 dan harga ask-nya 1.5737, maka harga spread adalah sebesar 1.5735/37 atau 2 pips.

2. Withdrawal Fee

Broker forex membebankan biaya top up atau deposit dana, dan biaya withdrawal atau penarikan dana. Tidak semua broker membebankan jenis biaya ini, namun komponen biaya ini perlu diperhatikan dan dihitung dalam profit loss trader.

Contohnya, di salah satu broker, saat menarik dana dari akun, withdrawal, broker menetapkan fee penarikan dana, $5 per sekali tarik dengan jumlah minimum penarikan. Jumlah yang cukup besar kalau dana yang ditarik sedikit.

3. Inactivity Fee

Ada broker yang menerapkan fee sejumlah tertentu jika kita tidak pernah login ke platform dalam waktu minimum 1 tahun.

Syarat untuk menghapus inactivity fee cukup mudah, yaitu kita harus masuk ke dalam aplikasi atau platform dan melakukan aktivitas.

Mungkin fee ini dimaksudkan agar trader atau konsumen tidak lupa dengan aplikasi tersebut.

4. Swap (Overnight dan Weekend Fee)

Swap adalah biaya menginap.

Biaya ini dibebankan kepada para trader apabila masih memiliki order atau posisi yang terbuka sampai melewati batas tutup pasar Amerika Serikat.

Leverage yang rolled over ke hari (hari berikutnya) akan kena fee per harinya sebesar jumlah leverage yang diambil. Fee untuk weekend akan 3x lipat fee hari biasa.

Untuk itu pentingnya para trader mengetahui kapan jam buka dan tutup pasar di sesi Asia, Eropa dan Amerika. Seringnya broker memuat biaya swap untuk masing-masing produk.

Biaya swap ini bisa bernilai positif dan negatif. Jika bernilai positif maka trader akan mendapatkan tambahan nilai, dan jika bernilai negatif maka trader harus membayar.

5. Komisi

Trader perlu membayar biaya komisi broker. Komisi ditentukan oleh besar kecilnya order.

Biasanya, biaya komisi dikenakan per 1 lot yang Anda transaksikan. Di MIFX misalnya, komisi yang dikenakan adalah $1 per 1 lot transaksi. Biaya ini cukup rendah, tapi tetap harus masuk ke dalam perhitungan profit dan loss bersih trader.

Meskipun disaat-saat tertentu, broker forex kerap menawarkan promo komisi 0 agar trader bisa meraih potensi profit yang lebih besar.

Namun, penting juga dicermati bahwa broker dengan komisi rendah belum tentu, total biaya rendah, karena kerap kali broker mengambil untung dari meningkatkan spread trading forex.

6. Biaya Training dan Advisor

Trader harus banyak mempelajari ilmu trading baik melalui seminar, webinar atau training. Banyak broker yang menyediakan berbagai pelatihan trading. Ada yang berbayar tetapi ada juga yang gratis.