5+ Faktor Menentukan Premi Asuransi Jiwa Murah Mahal

Apa faktor yang menentukan besar kecilnya premi asuransi jiwa ? Kita akan bahas satu persatu.

Banyak yang tidak mengambil asuransi jiwa karena khawatir preminya mahal. Hal ini yang coba dibantah oleh artikel ini.

Banyak cara supaya premi tidak mahal. Bisa beli asuransi dengan Rp 400rb/bulan mendapatkan UP Rp 1 sd 2M.

Ada banyak cara supaya mendapatkan premi asuransi jiwa yang murah.

1. Usia

Premi itu mencerminkan risiko. Makin besar resikonya, makin mahal preminya.

Faktor yang mempengaruhi risiko adalah usia. Makin tua usia seseorang, makin tinggi risiko kematian seseorang tersebut.

Alhasil, usia yang lebih tua dikenakan premi lebih tinggi dibandingkan usia muda.

Jadi, jika ingin premi murah, maka perlu membeli asuransi sedari awal. Selagi di usia masih muda.

Selain karena alasan usia, saat muda kemungkinan mengidap penyakit masih kecil. Kondisi kesehatan masih prima.

Kondisi kesehatan yang prima membuat asuransi tidak akan mengenakan extra premi.

Dalam kondisi calon peserta sudah memiliki penyakit, asuransi kemungkinan besar akan menambahkan extra premi. Ini membuat premi menjadi lebih mahal.

Banyak orang jarang memikirkan punya asuransi ketika usia masih muda. Alasannya, menganggap resiko nya belum besar sehingga belum perlu.

Mindset ini seharusnya diubah karena musibah tidak mengenal usia dan saat di usia muda biayanya lebih murah dibandingkan mengambil di usia lanjut.

2. Uang Pertanggungan

Semakin besar uang pertanggungan akan semakin tinggi premi asuransi. Hal yang wajar karena resiko yang harus dihadapi asuransi semakin besar.

Untuk itu, sebelum menentukan jumlah uang pertanggungan asuransi yang akan diambil, sebaiknya kita menghitung dengan cermat berapa kebutuhan uang pertanggungan.

Jangan asal mengambil uang pertanggungan yang besar. Karena UP mempengaruhi premi asuransi.

3. Unit Link

Premi asuransi jiwa unit link akan lebih mahal karena terdapat unsur investasi dalam unit link. Sebagian premi unit link dialokasikan untuk asuransi, sebagian lagi untuk investasi.

Pertanyaannya, apakah perlu porsi investasi dalam asuransi ?

Baca Juga  Asuransi Cigna: Jiwa, Kesehatan, Unit Link, Kecelakaan

Tergantung, kalau sudah bisa mengelola investasi sendiri, disarankan untuk tidak membeli asuransi jiwa unit link. Karena potongan biaya di unit link cukup signifikan yang membuat alokasi dana untuk investasi menjadi lebih rendah dari seharusnya tanpa potongan biaya.

4. Profesi

Profesi tertentu dianggap lebih beresiko oleh asuransi sehingga membuat premi lebih mahal. Misalnya, pilot, kapten kapal, militer dan lain – lainnya.

Profesi ini berdasarkan pengalaman memiliki resiko kematian lebih besar, sehingga dianggap lebih beresiko oleh perusahaan asuransi.

Perusahaan asuransi tidak menolak profesi tertentu, tetapi memberikan harga premi yang lebih mahal dibandingkan profesi lainnya.

5. Riwayat Kesehatan

Premi dipengaruhi hasil pengecekan kesehatan yang dilakukan saat pengajuan asuransi. Hal ini bagian dari upaya perusahaan asuransi menilai resiko calon tertanggung.

Riwayat kesehatan yang kurang bagus akan menyebabkan dua kemungkinan, yaitu:

  • Perusahaan menolak pengajuan asuransi. Mungkin asuransi melihat resiko yang terlalu tinggi, atau
  • Perusahaan menerima pengajuan asuransi dengan penambahan extra premi. Dari premi masih ditambah extra, sehingga premi menjadi lebih mahal.

Karena itu, penting mengambil asuransi jiwa di saat usia muda atau saat masih sehat. Jadi, kemungkinan kena premi lebih mahal menjadi lebih rendah.

6. Pilih Asuransi Jiwa Murni

Asuransi Jiwa Murni atau asuransi term life adalah asuransi yang memberikan proteksi jiwa. Jika tertanggung meninggal dunia, asuransi membayar Uang Pertanggungan (UP) kepada ahli waris.

Asuransi ini preminya paling murah dengan UP paling tinggi. Sangat bagus untuk memberikan proteksi jiwa.

Kenapa premi asuransi jiwa murni bisa murah ?

Ini asuransi yang tanpa embel – embel investasi. Sehingga tidak banyak potongan untuk komisi.

Kemudian, karena preminya hangus, asuransi jiwa murni tidak perlu memberikan pengembalian kepada pemegang polis.

Jadi, jika ingin preminya murah dengan UP yang tinggi, pastikan memilih asuransi jiwa murni (term life) atau asuransi yang tanpa embel-embel investasi (pengembalian premi).

7. Selektif Memilih Rider (Asuransi Tambahan)

Rider atau asuransi tambahan membuat premi asuransi jiwa menjadi lebih mahal. Jadi, jangan asal terima rider.

Baca Juga  Penyebab Klaim Asuransi Kesehatan Ditolak

Dalam pembelian asuransi, umumnya agen akan menawarkan manfaat tambahan atau disebut rider.

Misalnya kesehatan, penyakit kritis dan kecelakaan. Ini manfaat tambahan, yang diberikan diluar manfaat utama, yaitu proteksi jiwa.

Buat agent, manfaat tambahan ini agresif dijual karena: (1) Ada tambahan komisi dari perusahaan jika menjual rider; (2) otomatis dengan mengambil rider premi jadi lebih mahal dan itu artinya komisi lebih besar.

Bukan berarti bahwa manfaat tambahan atau Rider pasti tidak perlu. Bukan. Mungkin saja diperlukan.

Yang penting adalah kita pertimbangkan dengan matang, perlu tidaknya mengambil manfaat tambahan rider ini.

Contohnya, jika sudah punya asuransi kesehatan dari kantor, kenapa perlu mengambil manfaat tambahan proteksi kesehatan lagi.

Ketika mengambil rider penyakit kritis, baiknya memahami definisi penyakit tersebut. Kapan asuransi penyakit kritis bisa dibayarkan ? Pada stadium berapa uang baru cair ? Apa jenis penyakit yang dicover ? Pahami itu semua dulu, baru putuskan ambil atau tidak.

8. Ambil Asuransi Jiwa dan Kesehatan Keluarga

Asuransi keluarga memberikan harga premi lebih murah.

Jika satu keluarga terdiri atas 4 orang – ayah, ibu dan 2 orang anak, bagaimana cara membeli produk asuransi jiwa dan kesehatan?

Di pasaran terdapat dua opsi, yaitu:

  1. Peserta harus membeli asuransi terpisah untuk masing – masing anggota keluarga. Dalam kasus ini, keluarga tersebut harus membeli 4 polis asuransi. Akibatnya, biaya jadi mahal karena mereka harus membeli 4 polis.
  2. Peserta mencari asuransi kesehatan keluarga. Dalam jenis asuransi ini, peserta hanya perlu membeli satu asuransi keluarga. Tidak perlu beli 4 polis asuransi. Biayanya jadi lebih murah.

Jadi jika satu keluarga ingin mencari asuransi jiwa dan kesehatan, carilah yang bisa menanggung asuransi satu keluarga. Lihat apakah hanya perlu 1 polis untuk satu keluarga.

9. Pilih Asuransi Jiwa dan Kesehatan Ganti Sesuai Tagihan (As Charged)

Dalam asuransi jiwa dan kesehatan, ada dua jenis ketentuan limit penggantian tagihan rumah sakit:

  1. Penggantian asuransi dilakukan sesuai inner limit. Artinya, Berapapun tagihannya, asuransi hanya mengganti maksimum limit. Artinya, asuransi tidak mengganti sesuai tagihan.
  2. Penggantian dilakukan sesuai jumlah tagihan (as charged). Asuransi mengganti sesuai tagihan biaya berobat yang diklaim.
Baca Juga  Cara Membuat BPJS Kesehatan Gratis Online 2022

Keuntungan cara yang kedua adalah peserta tidak menombok, sementara dalam model penggantian yang pertama kemungkinan besar peserta harus merogoh kocek sendiri untuk menutup kekurangan yang tidak diganti oleh asuransi.

Meskipun tidak mempengaruhi premi secara langsung, tetapi jika peserta harus menombok saat klaim nantinya, itu sama saja peserta membayar lebih mahal.

10. Hindari Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Buat banyak orang, asuransi seumur hidup itu seperti memberikan proteksi tanpa batas. Secara sekilas, mungkin terlihat manfaatnya luar biasa karena proteksinya seumur hidup.

Tapi, bagaimana dampaknya terhadap premi ? Dan yang lebih penting lagi, “Apakah perlu proteksi seumur hidup ?”

Makin lama usia pertanggungan makin mahal preminya. Karena selama masa perlindungan ada biaya asuransi yang harus dibayar.

Asuransi yang melindungi sampai usia 70 tahun saja pasti lebih murah dibandingkan yang sampai usia 99 tahun. Karena biaya asuransinya lebih murah.

Tujuan beli asuransi adalah memberikan perlindungan keuangan kepada keluarga yang hidupnya tergantung pada tertanggung.

Misalnya, ayah diasuransikan karena anak – anak masih kecil, belum bisa mencari nafkah sendiri, sehingga membutuhkan proteksi finansial dari risiko kematian orang tua.

Ketika anak – anak sudah mandiri, kebutuhan proteksi asuransi seharusnya tidak dibutuhkan lagi.

Disaat orang tua usia 80 tahun, apakah anak masih membutuhkan perlindungan keuangan ? Seharusnya tidak butuh lagi karena anak sudah mapan.

Dengan mengambil jangka waktu asuransi hanya sampai usia tertentu, misalnya 70 tahun, premi yang dibayar menjadi lebih murah dibandingkan perlindungan seumur hidup.

Jadi, jika ingin hemat premi, cukup ambil asuransi yang melindungi sampai usia tertentu. Tidak perlu perlindungan seumur hidup karena: jelas preminya mahal dan manfaatnya tidak besar.