5+ Rekomendasi KTA untuk Wiraswasta | Mudah Tanpa Jaminan

Wiraswasta bisa mengambil pinjaman tanpa jaminan KTA. Tapi tidak semua bank menyediakan jenis pinjaman ini.

Untuk itu, kami mengecek ke lembaga keuangan dan bank untuk menemukan yang menyediakan jenis pinjaman ini.

Daftar KTA untuk wiraswasta

1. CommBank BizLoan

Salah satu contoh KTA untuk wiraswasta adalah CommBank BizLoan, yang merupakan fasilitas Kredit Tanpa Agunan milik PT Bank Commonwealth (“Commonwealth Bank”) khusus untuk pedagang / pengusaha / merchant dari mitra yang telah bekerjasama dengan Commonwealth Bank dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.

Rincian Produk

  • Pinjaman bisnis tanpa agunan
  • Pinjaman dana cepat Rp10 juta – 200 juta (kelipatan Rp 1 juta)
  • Tenor: 12, 24 dan 36 bulan
  • Suku bunga : 1.19% – 1.49% flat per bulan sesuai dengan jumlah pinjaman (atau setara dengan 2.07% – 2.63% bunga efektif per bulan).

Kriteria UMKM yang bisa mengajukan CommBank BizLoan adalah pedagang / merchant aktif dari mitra Commonwealth Bank, yaitu: Cashlez dan Moka POS.

  1. Berusia 21 – 65 tahun (ketika pinjaman berakhir)
  2. Memiliki e-KTP
  3. Memiliki NPWP (untuk pinjaman Rp 50 juta)
  4. Tidak memiliki pinjaman aktif lain di Commonwealth Bank

2. Standard Chartered KTA Bisnis

Wiraswasta bisa mengajukan pinjaman ke KTA Standard Chartered.

Standard Chartered Bank (SCB) memiliki pinjaman untuk usaha yang telah berkembang baik selama minimum 3 tahun dan memiliki izin usaha lengkap dengan kepemilikan usaha berusia 25-65 tahun.

Limit pinjaman tinggi: bisa Rp 500 juta sampai dengan Rp 1,5 miliar. Pembayaran cicilan tetap setiap bulan: Selama jangka waktu pinjaman mulai dari 1 hingga 3 tahun.

Pinjaman ini tidak membutuhkan jaminan. Pengajuan harus melengkapi sejumlah dokumen yang diminta oleh analis bank.

3. Akseleran

Akseleran memberikan pinjaman kepada wiraswasta berbentuk usaha perseorangan, firma, CV atau PT.

Akseleran adalah fintech P2P lending terdaftar OJK, yang menawarkan plafon pinjaman mulai Rp 75 juta sampai Rp 200 juta dengan masa tenor 1 bulan sampai 24 bulan.

Suku bunga yang ditawarkan adalah 6.48% – 17% per tahun (bunga flat). Namun, besaran suku bunga ditentukan oleh Akseleran berdasarkan grade dari pinjaman tersebut yang didapatkan dari hasil analisis kelayakan dan risiko usahamu.

Karena berbasis Fintech P2P, pengajuan pinjaman modal usaha secara online di Akseleran.

Meskipun bunga bersaing dan menarik, tetapi persyaratan mengajukan pinjaman modal usaha online di Akseleran cukup ketat, yaitu:

  1. Sudah berjalan selama lebih dari 1 tahun, dan berlokasi di Jabodetabek, Banten, atau Bandung. Untuk usaha yang berlokasi di luar wilayah tersebut di Indonesia, dapat menggunakan layanan kami sepanjang jumlah pinjaman lebih dari Rp200 Juta.
  2. Berhasil mencetak laba bersih di 1 tahun terakhir.
  3. Memiliki Laporan Keuangan (minimal laporan laba rugi) yang akan di cross check dengan rekening koran 3 bulan terakhir.
  4. Membuat proposal pinjaman dan melengkapi dokumen pendukung yang diperlukan.

4. Koinworks

Dengan platform P2P, Koinworks memberikan pinjaman modal usaha untuk wiraswasta secara online dengan limit pinjaman mulai dari Rp 10 juta sampai Rp 500 juta dengan maksimum sampai Rp 2 miliar dengan lama pinjaman 6 bulan sampai 24 bulan.

Koinworks adalah P2P Lending terdaftar OJK yang menawarkan pinjaman untuk usaha kecil dan menengah.

Bunga pinjaman modal usaha online di Koinworks adalah 0,75% – 1,67% flat per bulan dan biaya persetujuan kredit dikenakan 2% – 4%, biaya asuransi jiwa: 0.24%, dan biaya administrasi: Rp100,000.

Penting diperhatikan bahwa biaya pinjaman di Koinworks tidak hanya bunga tetapi terdapat biaya lain – lainnya yang harus dibayar oleh peminjam.

Persyaratan utama pengajuan pinjaman modal usaha adalah Warga Negara Indonesia yang tinggal di Indonesia; usia minimal 21 tahun; bisnis minimal satu tahun berdiri; SIUP+TDP+NPWP perusahaan jika PT atau CV; mutasi Rekening 3 bulan terakhir.

Jika pelunasan lebih cepat, nasabah pinjaman modal usaha tidak akan dikenakan biaya penalti untuk pelunasan pinjaman lebih awal.

5. Pegadaian

Pegadaian menawarkan kredit dengan angsuran bulanan untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor.

Plafon limit pinjaman mulai Rp.1,000,000 sampai Rp 400,000,000 dengan jangka waktu 12, 18, 24, 36, dan 48 bulan. Terdapat biaya administrasi 1% dari pinjaman.

Proses kredit butuh 3 hari, dan dana dapat segera langsung cair.

Kredit dari Pegadaian ini cocok buat pinjaman modal usaha kecil karena plafon yang ditawarkan cukup rendah dan jaminan yang diminta cukup fleksibel.

Persyaratan kredit usaha Pegadaian adalah lama usaha berjalan minimal 1 tahun, dan mempunyai legalitas usaha (SIUP/SITU/Surat Keterangan Usaha).

Karena butuh agunan BPKB, ketentuan kendaraan bermotor yang bisa dijaminkan adalah:

  • Sepeda Motor : Milik Pemohon / an. Pemohon, usia sepeda motor maksimal 15 thn, surat-surat lengkap;
  • Mobil: Milik Pemohon / an. Pemohon, usia mobil maksimal 20 thn, surat-surat lengkap.

6. Alami Sharia

Pembiayaan di Alami adalah invoice financing atau anjak piutang. Calon penerima pendanaan (beneficiary) yang memiliki bukti tagihan (invoice) dapat mengajukan pendanaan.

Alamisharia adalah P2P Syariah yang terdaftar di OJK dan menawarkan pendanaan dengan akad Invoice Financing berlandaskan Fatwa DSN No. 67/DSN-MUI/III/2008 dan 117/DSN-MUI/II/2018.

Minimal limit plafon pembiayaan adalah Rp 50 juta, Rp 500 juta, Rp 1 Miliar dan maksimal Rp 2 Miliar. Tenor pembiayaan Invoice Financing adalah 1 bulan sampai maksimal 6 bulan.

Nilai pembiayaan didasarkan pada nilai invoice yang dimiliki calon penerima pembiayaan. ALAMI akan mendanai maksimal 80% dari nilai invoice yang dimiliki.

Kriteria peminjam adalah (1) Perusahaan berbentuk PT, CV, atau Yayasan yang menjalankan aktivitas operasional tidak bertentangan dengan syariat Islam; (2) Telah berdiri minimal 1 tahun dan berlokasi di Jabodetabek; (3) Perusahaan bersedia melampirkan rekening koran dan laporan keuangan minimal 6 bulan terakhir; (4) Memiliki giro mundur dan jaminan personal untuk dijaminkan.

Calon penerima pembiayaan memiliki bukti tagihan atas suatu pekerjaan yang telah selesai dilakukan. Memiliki pula dokumen yang menunjukkan bahwa pekerjaan telah selesai seperti Berita Acara Serah Terima (BAST).

Status dengan pemberi kerja (bouwheer) adalah piutang yang akan segera dilakukan pembayaran pada tempo waktu yang telah ditentukan.

Kesimpulan

Wiraswasta yang membutuhkan dana bisa menggunakan pinjaman KTA yang tanpa jaminan. Fitur tanpa jaminan akan sangat membantu wiraswasta yang seringkali asetnya sudah dijaminkan untuk pinjaman ke bank.

Namun, tingginya bunga KTA penting dicermati oleh wiraswasta agar pinjaman tidak maalah menjadi beban.