5+ Resiko Pinjaman Online Peminjam (Kasus, Cara Kabur) 2022

Hadirnya pinjaman online memberikan angin segar bagi masyarakat karena menawarkan banyak kemudahan mengambil kredit. Namun, sejumlah resiko pinjaman online perlu dicermati calon nasabah seiring maraknya kasus pinjaman online

Fokus artikel ini adalah mengupas resiko pinjaman online yang perlu dipahami oleh para calon nasabah. 

Apa resiko pinjaman online? Kami mencatat ada 8 diantaranya, termasuk resiko tidak bayar pinjaman online.

Resiko Pinjaman
Resiko Pinjaman Online

#1 Bunga Tinggi

Ini fakta yang harus diketahui sejak awal bahwa tingkat bunga pinjaman online relatif tinggi. Bahkan boleh dibilang tinggi sekali.

Sampai saat ini, OJK tidak mengatur soal batasan bunga pinjaman online. Tingginya suku bunga diserahkan kepada market player, perusahaan pinjaman online.

Perusahaan pinjaman online memiliki alasan sendiri menerapkan bunga setinggi itu. Salah satunya, tingginya resiko nasabah online, akibat kemudahan persyaratan dan kecepatan persetujuan.

Selama nasabah peminjam tahu dan berhitung soal bunga yang harus dibayar, seharusnya tidak masalah mengambil pinjaman dengan bunga pinjaman super tinggi. Anyway, untuk apa bunga rendah tetapi pinjaman sulit didapatkan atau persetujuan diberikan beberapa minggu.

Yang jadi masalah adalah mereka yang mengambil pinjaman online tanpa berhitung soal bunga dan baru komplain ketika sudah mengambil pinjaman yang akibatnya tidak mau atau tidak sanggup mengembalikan pinjaman.

Jadi, buat saya tingginya bunga adalah hal yang penting diketahui oleh nasabah pinjaman online. Walaupun, banyak yang tetap mengambil pinjaman online karena kecepatan dan kemudahan lebih penting dibandingkan besarnya bunga.

#2 Plafond Pinjaman Online Kecil

Salah satu resiko pinjaman online adalah plafond tanpa agunan yang tidak besar. Rata – rata dibawah Rp 5 juta per pinjaman.

Bahkan beberapa pinjaman online mulai dari 1 juta rupiah dan baru bisa meminta kenaikan plafond setelah mengambil pinjaman beberapa kali.

Sifat pinjaman online yang cepat dan mudah berimbas pada jumlah plafond yang ditawarkan. Tidak bisa mengambil untuk pinjaman dalam jumlah besar.

Untuk pinjaman dalam jumlah besar, nasabah tetap harus ke bank tampaknya.

#3 Akses  Data Pribadi dari Aplikasi Pinjol

Dalam mengajukan pinjaman online, sebagai bagian dari prosedur pinjaman online, calon peminjam wajib mengunduh aplikasi pinjaman online. Nasabah mengunduh aplikasi di ponsel dan dari situ mengajukan pinjaman.

Tentu saja, cara ini memberikan kemudahan. Kapan saja membutuhkan tinggal buka aplikasi pinjaman online di ponsel dan bisa mengajukan kredit.

Namun, resikonya adalah ekspose data data pribadi di ponsel yang diminta aksesnya oleh perusahaan pinjaman online saat nasabah mengajukan pinjaman.

Apakah menarik data pribadi salah?

Saya bukan ahli hukum, tetapi menurut saya selama calon nasabah memberikan consent persetujuan kepada perusahaan untuk melihat dan menganalisa data di telpon selular nasabah maka sah sah saja menggunakan data tersebut.

Yang penting adalah calon nasabah paham dan mengerti bahwa dia memberikan persetujuan atas penggunaan dan akses data pribadinya untuk kepentingan pengajuan kredit online.

Baca Juga  Cara Mengajukan Pinjaman ke Bank BRI 2022 KUR, KTA, KPR, KKB, Kartu Kredit, Online Ceria

Beberapa waktu lalu, OJK sebagai institusi yang memberikan 
dasar hukum pinjaman online, membahas dalam twitter mereka soal resiko pinjaman online terkait penggunaan data pribadi.

#4 Persetujuan Pinjol Lama

Harapan yang tinggi ketika mengajukan pinjaman online adalah persetujuan cepat cair. Namun, realitanya tidak semua pinjaman online bisa mewujudkan janji cepat cair tersebut.

Bisa dilihat dari komentar – komentar di PlayStore yang mengeluhkan layanan pinjaman online soal lamanya pencairan dan tidak adanya response (disetujui atau tidak) atas pengajuan pinjaman online.

Kenyataannya, meskipun menggunakan teknologi, banyak proses di pinjaman online yang tidak bisa cepat. Butuh waktu beberapa hari sampai ada keputusan disetujui atau tidaknya.

Kondisi ini yang perlu disadari oleh para calon nasabah. Tingginya ekspektasi perlu dibarengi dengan kesadaran akan realita di lapangan.

#5 Penagih DC Lapangan Datang ke Rumah

Layaknya semua pinjaman, jika nasabah tidak bayar maka akan ada tindakan penagihan. Penagihan tidak akan dilakukan jika nasabah membayar tepat waktu.

Ada persepsi, karena ini adalah pinjaman online, jika nasabah tidak bayar maka tidak akan ada proses penagihan dan hanya dilakukan reminder via email serta sms.

Tentu saja, ini tidak sepenuhnya benar. Dalam website dan informasi di perjanjian, jelas bahwa nasabah yang tidak bayar akan ditagih oleh perusahaan pinjaman online.

Apa sanksi tidak bayar pinjaman online?

Pertama, perusahaan pinjaman online akan melakukan tindakan penagihan. Tindakan penagihan mulai dari yang sifatnya reminder sampai dengan intensif agar nasabah membayar kewajibannya.

Kedua, melaporkan nasabah ke biro kredit yang diwajibkan oleh OJK kepada setiap perusahaan Fintech. Pelaporan ini bertujuan memastikan bahwa nasabah yang tidak bayar tidak dapat mengajukan pinjaman kembali.

Jadi, jika memang ingin mengajukan kredit di perusahaan fintech online, pastikan punya kemampuan mengembalikan pinjaman, Jangan karena tergiur oleh proses yang mudah dan cepat, nasabah tidak memperhitungkan kemampuan mengembalikan pinjaman, yang akhirnya berujung pada proses penagihan yang tidak menyenangkan.

Apa solusi tidak bisa bayar pinjaman online? Bagaimana jika nasabah gagal bayar pinjol? Bagaimana cara melunasi hutang pinjaman online?

Ini sejumlah hal ini yang perlu diperhatikan calon peminjam ketika akan memilih pinjol.

Karena beberapa fintech memberikan solusi untuk nasabah yang tidak bisa bayar pinjaman online. Misalnya melakukan perpanjangan atau reskedul pinjaman, tentu saja dengan biaya tertentu.

#6 Tingginya Beban Biaya Administrasi

Satu hal yang kerap dilupakan. Ketika menunggak, maka resikonya tidak hanya menghadapi penagihan, tetapi juga tambahan biaya karena perusahaan pinjaman online meminta biaya atas keterlambatan pembayaran (late fee).

Karena itu, sewaktu memilih pinjol, pastikan bahwa akses pembayaran online cukup baik. Ada banyak pilihan akses cara pembayaran pinjaman online.

Disamping itu, karena proses penagihan membutuhkan extra sumber daya manusia, beberapa perusahaan pinjaman online membebankan biaya penagihan ke nasabah yang menunggak.

Baca Juga  Cara Over Kredit Mobil BCA Finance Leasing | Pengalaman 2022

Jumlah biaya penagihan ini cukup besar jika dibandingkan plafond pinjaman. Masalahnya, ketentuan soal biaya yang harus dibayar jika nasabah menunggak, tidak secara jelas dicantumkan dalam website beberapa perusahaan pinjaman online.

Seolah-olah tidak ada kewajiban tambahan jika terlambat membayar, walaupun kenyataannya tidak.

Karena itu, calon nasabah perlu menanyakan atau membaca perjanjian kredit dengan teliti soal kewajiban jika nasabah terlambat membayar tunggakan pinjaman.

Ini salah satu contoh pinjaman online yang secara transparan memaparkan biaya keterlambatan di situs mereka.

Biaya Keterlambatan Pinjaman Online
Biaya Keterlambatan Pinjaman Online

#7 Pinjaman Online Belum Terdaftar Resmi di OJK

Ada banyak layanan yang menawarkan pinjaman online. Mana pinjaman online yang terdaftar di OJK? Siapa pinjaman online terpercaya? Apa pinjaman online ilegal?

Karena tidak semua terdaftar di OJK. Sejalan ketentuan, setiap lembaga yang menawarkan pinjaman online wajib mendaftar dan mendapatkan lisensi dari OJK. Jika tidak terdaftar di OJK maka pinjaman online ilegal dan itu sangat berbahaya.

Bagaimana cara cek perusahaan yang terdaftar di OJK? Mudah sebenarnya.

Anda tinggal masuk ke situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan bisa menemukan daftar perusahaan fintech yang terdaftar di OJK. Saat ini terdapat 64 perusahaan Fintech yang sudah terdaftar di OJK per Juni 2018.

Lihat di Daftar perusahaan Fintech yang terdaftar OJK.

Salah satu inisiatif OJK di 2019 adalah pemblokiran pinjaman online ilegal. Ini langkah yang patut diapresiasi karena resiko pinjaman online ilegal yang besar buata masyarakat.

Pemblokiran pinjaman online ilegal dilakukan lewat Satgas Investasi yang bekerjasama dengan Kominfo dan Kepolisian.

#8 Lembaga Keungan Bodong

Suka tidak suka kenyataan bahwa masih banyak investasi bodong. Investasi bodong tentu saja merugikan nasabah.

Meskipun investasi bodong lebih ditujukan kepada mereka yang sebagai investor tetapi penting bagi para peminjam memastikan bahwa tempat mengambil pinjaman adalah perusahaan yang resmi.

Karena jika tidak termasuk dalam daftar investasi bodong, boleh disimpulkan itu adalah pinjaman online terpercaya.

Salah satu cara memastikan nya adalah mengecek daftar perusahaan investasi yang terdaftar di OJK. Bisa pula melihat daftar investasi bodong menurut OJK.

#9 Abai Perlindungan Data Konsumen

Meskipun OJK sudah mengeluarkan regulasi yang ketat soal aspek perlindungan data konsumen, namun dalam prakteknya, kebocoran dan penyalahgunaan data tetap terjadi. Apalagi, pinjaman online sangat erat berhubungan dengan data.

Tidak semua penyelenggara menjamin kerahasiaan dan penggunaan Data Nasabah. Akibatnya, tidak jarang, data konsumen bocor ke pihak lain.

Terdapat klausula pelepasan tanggungjawab dan tindakan sepihak yang dilakukan sejumlah perusahaaan pinjol. Tujuannya agar jika terjadi masalah di kemudian hari terhadap data konsumen, perusahaan bisa lepas tanggung jawab.

Pada sejumlah penyelenggara Fintech tidak memastikan keamanan kerahasiaan data konsumennya, contoh: tidak membatasi jumlah kegagalan saat login. Standard best-practices yang umum diterapkan oleh lembaga keuangan untuk melindungi data, tidak diterapkan secara komprehensif.

Baca Juga  KSM Mandiri vs KTA BCA (2022), Mana Pinjaman Terbaik

Sejumlah penyelenggara memperbolehkan pihak ketiga mengakses data konsumen. Data dibagi ke pihak lain, yang jika tidak dikelola dengan baik dan hati – hati, bisa menimbulkan kebocoran.

#10 Tidak Ada Transparansi Biaya

Proses pinjam meminjam melibatkan sejumlah biaya yang harus dibayar oleh konsumen. Persoalannya, biaya ini seringkali tidak disampaikan secara transparan di awal.

Sebagian besar penyelenggara tidak memberikan informasi yang jelas terkait dengan biaya pajak, biaya keterlambatan, dan biaya-biaya lain yang akan timbul. Nasabah tidak dijelaskan apa saja biaya yang harus dibayar jika mengambil pinjaman.

Sudah biaya yang dikenakan tidak dijelaskan secara rinci dan bahkan ada yang dijelaskan, tetapi biayanya sangat tinggi.

Salah satu praktek yang kerap dilakukan adalah memotong dana pencairan dengan biaya administraasi. Pemotongan dilakukan dimuka, sehingga peminjam menerima uang di rekening lebih kecil dari plafon yang disetujui.

Pemotongan ini kerap tidak dikomunikasikan dengan baik ke konsumen. Akibatnya, banyak yang tidak tahu bahwa jumlah pokok hutang, bukan yang diterima di rekening, tetapi plafon pinjaman sebelum kena potongan biaya administrasi.

Resiko Pinjaman Online | portalbanyumas

Di OJK terdapat bagian khusus yang mengawasi soal daftar investasi online terpercaya, yaitu Satgas Waspada Investasi. Satgas ini mengawasi dan mengambil tindakan terhadap kegiatan yang tidak termasuk dalam daftar investasi resmi ojk. 

Tanya Jawab Resiko Mengambil Pinjaman Online

  1. Apa itu Pinjaman Online

    Pinjaman dilakukan secara online, tanpa tatap muka, pengajuan mudah dan cepat cair dalam 24 jam.

  2. Apa dasar hukum Pinjaman Online

    Pinjaman online di Indonesia diatur dalam payung regulasi P2P (LPMUBTI – Lembaga Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi) di POJK 77/2016

  3. Apa resiko Pinjaman Online

    Bunga cukup tinggi dibandingkan bunga di bank atau perusahaan pembiayaan.

  4. Apa itu Pinjaman Online Ilegal

    Pinjaman online yang tidak memiliki legalitas (surat terdaftar . atau izin) dari OJK

  5. Bagaimana resiko mengajukan kredit di Pinjaman Online Ilegal

    Sangat beresiko karena pinjaman online ilegal menjalankan praktek yang tidak melindungi konsumen.

  6. Bagaimana jika punya masalah dengan Pinjaman Online

    Bisa mengadukan ke OJK via surat, email atau call center OJK

  7. Bagaimana soal data pribadi di ponsel saat pengajuan pinjaman online

    OJK sudah mengatur secara tegas untuk pinjaman online legal untuk tidak mengambil data pribadi tanpa izin dari pengguna.

  8. Selain bunga pinjaman, biaya apa yang wajib diperhatikan

    Biaya admin banyak dibebankan ke pengguna.

Kesimpulan

Hadirnya pinjaman online menawarkan alternatif pembiayaan bagi masyarakat. Pengajuan kredit yang selama ini, identik dengan lama dan rumit, sekarang menjadi cepat dan mudah.

Tetapi, calon nasabah wajib mengerti resiko dan kasus pinjaman online. Niscaya dengan paham soal resiko tersebut, nasabah tidak akan menghadapi masalah dikemudian hari.