Apa itu dan Cara Trading Metode Price Action

Salah satu strategi trading yang digunakan di forex adalah metode price action. Apa itu dan kenapa metode price action patut dipelajari dan diimplementasikan agar bisa cepat untung.

Secara bahasa, trading berarti kegiatan jual beli. Secara istilah, trading adalah kegiatan jual beli aset keuangan, seperti saham, forex dan cryptocurrency di pasar untuk mendapatkan keuntungan jangka pendek. 

Pasar atau market adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Dalam konteks trading, pasar adalah tempat bertemunya para trader untuk memperdagangkan aset-aset keuangan di atas.

Harga pasar (market price) adalah harga yang menjadi titik temu antara harga yang ditentukan oleh penjual dan pembeli. Salah satu kelebihan dari pasar aset keuangan di atas adalah pergerakan harga pasar ini yang terekam dengan baik, sehingga dapat dijadikan bahan analisis oleh trader yang bersangkutan menggunakan metode price action.

Pengertian Price Action

Price action adalah metode trading yang menggunakan pola pergerakan harga pasar (market price) sebagai bahan utama. Dengan kata lain, strategi ini hanya menggunakan garis trend, garis support dan resistance, dan pola candlestick sebagai bahan utama.

Metode analisis ini tidak menggunakan berbagai indikator statistik, seperti bollinger bands, RSI atau MACD dan yang lainnya sebagai bahan analisis. Maka dari itu, tidak heran jika nama lain dari metode ini adalah naked chart trading.

Alasan mengapa metode ini digunakan adalah karena pada pasar keuangan, rekam jejak harga pasar terlihat dengan baik dalam bentuk grafik. Artinya, kalau harga pasar naik, maka gambar di grafik juga naik, begitupun sebaliknya.

Apalagi jika Anda menggunakan candlestick. Candlestick atau grafik lilin tidak hanya merekam pergerakan harga pasar hari ini dan kemarin, tetapi juga merekam harga pasar tadi pagi dan siang serta secara tidak langsung memperlihatkan volume trading yang terjadi pada saat itu.

Cara Menggunakan Metode Trading Price Action

1. Memahami konsep trend, support dan resistance

Karena banyak hal, harga pasar dalam dunia trading acap kali berubah-ubah. Tidak hanya dalam hitungan jam atau hari, perubahan harga dalam pasar ini juga seringkali terjadi dalam hitungan menit atau detik. Tugas trader adalah memperkirakan bagaimana perubahan tersebut akan terjadi, sehingga bisa mendapatkan keuntungan.

Baca Juga  Money Management Trading Forex, Crypto, Saham agar Investasi Untung

Salah satu caranya adalah dengan membuat garis trend, support dan resistance. Garis trend adalah garis yang menghubungkan titik tertinggi, terendah, atau titik tengah harga pasar dari beberapa waktu yang berbeda. Apabila titik A

Garis support adalah garis yang menghubungkan titik-titik terendah harga pasar, sedangkan garis resistance adalah garis yang menghubungkan titik-titik tertinggi dalam harga pasar. Perpaduan antara trend, support dan resistance ini dapat membentuk pola-pola unik yang bisa mengindikasikan potensi pergerakan harga pasar.

Misalnya, pola wedges. Sesuai dengan namanya, pola wedges adalah pola harga yang bergambar mirip dengan hak sepatu wanita (wedges). Pada rising wedges, garis support lebih miring dibandingkan dengan resistance. Hal ini menunjukkan akan adanya potensi keberlanjutan trend harga yang sedang naik (bullish continuation pattern).

2. Memahami pola candlestick

Selain memahami pola garis di atas, Anda juga dapat memahami pola candlestick untuk mempelajari metode price action ini. Seperti yang telah tertulis sebelumnya, candlestick secara tidak langsung menggambarkan pergerakan harga beserta volume-nya. Akibatnya, tampilan pada grafik lilin ini bisa digunakan untuk memperkirakan apakah harga akan bergerak naik atau turun.

Ambillah contoh pola candlestick three white soldiers dan three black crows. Sesuai dengan namanya, three white soldiers adalah pola candlestick yang terdiri dari 3 candle berwarna putih atau hijau bernama A,B, dan C. Dalam pola ini, A

Sebaliknya, three black crows adalah pola candlestick yang terdiri dari 3 candle berwarna hitam atau merah bernama A,B, dan C. Dalam pola ini, A>B>C sehingga menunjukkan adanya potensi penurunan harga yang kuat. Selain dua pola di atas, ada banyak lagi pola candlestick yang harus Anda pelajari.

Baca Juga  HSB Investasi Broker Forex Review 2022 Apakah Aman

3. Memahami breakout

Breakout adalah gabungan antara kedua konsep diatas (garis dan candlestick). Breakout adalah kondisi dimana badan atau ekor candlestick menembus garis support atau garis resistance.

Ada dua jenis breakout, yaitu true breakout dan false breakout. True breakout adalah kondisi dimana yang menembus garis support dan resistance adalah badan candlestick, sementara false breakout adalah kondisi dimana yang menembus support dan resistance adalah ekor candle saja.

Umumnya, true breakout menunjukkan adanya potensi pembalikan harga yang kuat (reversal), baik itu perubahan harga naik atau turun (tergantung garis apa yang ditembus). Namun demikian, ada kondisi-kondisi tertentu dimana candle setelah true breakout justru mengindikasikan adanya keberlanjutan trend (continuation), sehingga Anda perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan.

4. Menggunakan time frame panjang

Dalam pasar keuangan, pergerakan harga aset keuangan cenderung tidak stabil dalam jangka pendek, dan akan lebih stabil dalam jangka panjang. Akibatnya, trader diminta untuk menganalisis chart dalam jangka panjang untuk memastikan bahwa trend yang berlaku memang kuat dan bukan merupakan false signal atau noise.

Adapun yang dimaksud dengan time frame jangka panjang adalah time frame dalam waktu 4 sampai 5 hari (1 minggu). Namun tidak jarang juga trader menggunakan multiple time frame untuk keperluan analisis supaya dia dapat mengetahui gambaran utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi di pasar.

Hal ini mengingat bahwasanya banyak aplikasi trading yang saat ini menyediakan fitur ini. Akan tetapi, biasanya trader yang menggunakannya adalah trader berpengalaman, karena trader pemula bisa bingung apabila dihadapkan dengan beberapa time frame sekaligus.

5. Tidak hanya mengandalkan price action

Salah satu cara untuk berhati-hati dalam menganalisis breakout adalah dengan menggunakan berbagai indikator teknis statistik yang tersedia, seperti bollinger bands, moving average, stochastic oscillator, dan lain sebagainya. Indikator-indikator teknis tersebut dibuat dengan mengolah data harga aset dengan menggunakan rumus statistik tertentu, sehingga bisa menghasilkan hasil analisis yang komprehensif.

Baca Juga  Cara Investasi Reksadana Online untuk Return Terbaik

Tenang, Anda tidak perlu mengolah data statistik sendiri. Saat ini banyak aplikasi dan platform trading yang telah dilengkapi dengan analisis teknis otomatis, sehingga Anda hanya perlu tahu bagaimana cara menginterpretasikannya dan bagaimana cara mengambil keputusan trading dari hasil analisis tersebut.

Mengapa Anda membutuhkan hasil analisis teknis statistik ini? Hal ini karena tidak selamanya indikator price action dapat menghasilkan data yang akurat. Misalnya, candlestick spinning top yang bisa terletak di tengah maupun akhir trend, sehingga bisa mengindikasikan reversal dan continuation sekaligus atau candlestick hammer dan hanging man yang memiliki ciri-ciri mirip tapi makna yang bertolak belakang.

Sebagai tambahan dari 5 cara trading dengan metode price action di atas, Anda juga bisa mempelajari teori-teori awal trading di pasar modal, seperti Dow Theory, Wyckoff Theory dan Elliott Wave Theory. Pasalnya, teori-teori pasar modal ini umumnya menganalisis pasar modal berdasarkan pola harganya, maklum ketika teori tersebut dipublikasikan, masih banyak rumus statistik yang bahkan belum dikembangkan. Teori-teori ini berguna untuk menambah pemahaman mengenai bagaimana dan apa penyebab pergerakan pasar aset keuangan seutuhnya.

Kesimpulan

Price action adalah metode trading yang menggunakan pola pergerakan harga pasar (market price) sebagai bahan utama dengan tanpa menggunakan indikator teknis lainnya. Metode ini dapat dilakukan dengan cara memahami garis trend, support dan resistance, memahami candlestick dan breakout. Supaya hasil analisis lebih komprehensif, trader disarankan untuk menggunakan metode ini untuk menganalisis pola harga dalam jangka waktu yang cukup panjang dan disertai dengan berbagai indikator teknis lainnya.