Apa itu Investasi Saham: Cara Kerja, Return, Resiko

Investasi saham adalah investasi yang tidak hanya memberikan return tertinggi tetapi juga resiko yang tinggi. Karena itu, Investasi ini perlu dilakukan dengan hati – hati. Perlu dipelajari dengan cermat, apa itu investasi saham, bagaimana cara kerja, berapa return dan resikonya?

Untuk bisa melakukan investasi dengan baik, sebaiknya kita perlu mengetahui dan mempelajari hal – hal penting dan contoh investasi saham yang benar. Berikut daftarnya.
 

Apa itu Investasi Saham

Saham adalah bukti kepemilikan atas penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Jadi, berinvestasi di saham itu artinya ikut menjadi pemilik di perusahaan tersebut.

Sebagai pemilik, investor punya konsekuensi, yaitu menikmati tidak hanya keuntungan profit, tetapi juga kerugian loss yang dialami perusahaan 

Sebagaimana dalam UU Perusahaan Terbatas No 40 , definisi Perseroan Terbatas, yang selanjutnya disebut Perseroan, adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Undang-Undang ini serta peraturan pelaksanaannya. 

Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas aset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Itu pula  sebabnya saham disebut sebagai surat berharga.

Saham adalah surat berharga – definisi dalam UU Pasar Modal 8 1995 , “Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek”.

Bagaimana proses perusahaan menjual saham ke publik? Ini disebut Initial Public Offering (IPO)

Perusahaan yang ingin menjual saham ke publik melakukan penawaran saham perdana atau dikenal sebagai Initial Public Offering (IPO). Proses IPO adalah sbb:

  • Mempublikasikan Prospektus yang berisi gambaran bisnis dan berbagai informasi penting lain terkait perusahaan, termasuk harga penawaran saham
  • Masyarakat yang berminat membeli mengisi formulir pemesanan dan membayar terlebih dahulu sesuai harga saham di prospektus dan jumlah saham yang akan dibeli
  • Setelah masa penawaran selesai, Perusahaan akan melakukan penjatahan saham kepada investor yang sudah memesan dan jika penjatahan saham lebih kecil dari uang yang sudah disetorkan maka perusahaan melakukan refund.
  • Masyarakat yang sudah mendapatkan akan menerima saham di rekening saham di masing-masing broker saham.
  • Sesuai jadwal yang sudah ditentukan dalam prospektus, saham akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan itu artinya investor bisa menjual atau bahkan membeli saham lagi dari pemegang saham lain.
     

Sumber Keuntungan

Investasi saham memberikan keuntungan dari 

  1. dividen yang dibayar perusahaan dan
  2. apresiasi harga saham di bursa.

Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Jumlahnya tergantung keputusan RUPS.

Dinamika permintaan dan penawaran saham di bursa menentukan tingkat harga saham. Kenaikan harga saham memberikan keuntungan bagi pemegang saham dari selisih harga beli dan harga jual.

Masing masing sumber keuntungan ini punya sisi plus dan minus.

Dividen biasanya relatif kecil tapi saham tidak perlu dijual untuk bisa mendapatkan deviden, artinya tahun depan pemegang saham bisa terus menikmati dividen selama saham belum dijual.

Baca Juga  Cara Menabung Saham di MNC Sekuritas

Kenaikan harga biasanya memberikan nilai keuntungan lebih besar dibandingkan dividen, tetapi ingat bahwa Anda harus menjual saham tersebut, yang artinya Anda tidak bisa menikmati keuntungan lagi setelah itu.
 

Return

Keunggulan saham yang paling utama adalah soal return atau tingkat keuntungan. Saham dikenal menawarkan return paling menguntungkan, diatas rata – rata, lebih baik dari properti.

Berapa keuntungan saham? Ini Ilustrasinya berdasarkan data historis.

Buat gambaran, dalam 20 tahun terakhir, harga saham di Bursa Efek Indonesia secara rata – rata sudah mengalami kenaikan 14 kali lipat. Itu artinya kenaikan 1,400% uang 1 juta akan jadi 14 juta dan seterusnya.

Kenaikan ini diukur secara rata – rata seluruh saham di bursa dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kalau kenaikan per individual saham bisa lebih tinggi lagi.

Jarang ada aset keuangan yang paling menguntungkan seperti saham ini.

Namun, kita tahu bahwa high return high risk.
 

Risiko

Saham adalah investasi yang beresiko tinggi. Itu sebabnya pula saham memberikan return investasi paling tinggi untuk mengkompensasi tingginya resiko.

Harga saham bisa turun drastis dalam waktu sangat singkat. Menggerus nilai investasi di saham secara signifikan.

Beberapa resiko investasi di saham adalah:

  • Penurunan harga (capital loss). Harga saham turun sehingga menjadi lebih rendah dari harga beli
  • Delisting saham. Saham tidak tercatat di bursa efek karena perusahaan melanggar sejumlah ketentuan di bursa efek.
  • Pailit dan Likuidasi. Perusahaan dibubarkan karena tidak bisa membayar kewajiban.
     

Deviden Sumber Penghasilan

Manfaat investasi saham mendapatkan pembayaran dividen. Ini bisa menjadi sumber pasif income.

Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham. Penerimaan jumlah dividen tergantung pada: 

  1. Berapa porsi laba yang dibagi ke pemegang saham karena bisa saja perusahaan rugi atau perusahaan untung tetapi tidak membagi semua laba sebagai dividen;
  2. Pembagian jumlah laba ke pemegang saham tergantung porsi kepemilikan saham di perusahaan tersebut.

Ada dua indikator yang kerap digunakan untuk menilai kualitas dividen perusahaan: (a) berapa % dari laba yang dibagi sebagai dividen (dividend payout); (b) nilai dividen per saham dibagi harga saham (dividend yield).

Kenapa dividen bisa jadi sumber passive income?

Di perusahaan – perusahaan besar yang sudah established membayar dividen secara rutin setiap tahun. Kinerja keuangan yang bagus membuat perusahaan ini mampu membayar dividen secara terus menerus.

Investor bisa mengecek laporan keuangan tentang perusahaan yang rajin membagi deviden. Bisa dilihat banyak perusahaan yang sudah puluhan tahun selalu membagi dividen ke pemegang saham.
 

Cara Jual Beli Saham

Bagaimana cara beli dan jual saham?

Pertama, harus membuka rekening saham di broker atau perusahaan sekuritas yang merupakan Anggota Bursa di BEI.

Kedua, harus membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) di bank bersama dengan pembukaan Rekening Saham di broker.

Ketiga, menyetorkan dana ke RDN untuk bisa memulai melakukan transaksi perdagangan saham.

Baca Juga  IPOT Indopremier Sekuritas Broker Saham Tanpa Modal Minimal

Keempat, melakukan order beli atau order jual ke aplikasi perdagangan saham di broker dimana Anda membuka rekening saham.

Keempat langkah tersebut Anda ikuti untuk bisa melakukan perdagangan saham.

Untuk bisa memperdagangkan saham, Anda harus melakukan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bursa Efek Indonesia adalah perusahaan yang menyediakan infrastruktur untuk mendukung terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien serta mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

Perdagangan dilakukan selama Senin sd Jumat dalam dua sesi sehari, yaitu Pagi (09.00 – 12.00) dan Siang (13.30 – 16.00) dan khusus hari Jumat, jam perdagangan Pagi (09.00 – 11.00) dan Siang (14.00 – 16.00).
 

Mekanisme Perdagangan

Sistem perdagangan berlaku di bursa adalah mekanisme perdagangan secara lelang berkesinambungan secara anonim (anonymous continuous auction) dengan metode pembentukan harga didasarkan atas prioritas harga dan waktu (price and time priority).

  • Prioritas harga (price priority): Permintaan beli pada harga yang lebih tinggi memiliki prioritas terhadap permintaan beli pada harga yang lebih rendah, sedangkan penawaran jual pada harga yang lebih rendah memiliki prioritas terhadap penawaran jual pada harga yang lebih tinggi.
  • Prioritas Waktu (time Priority): Bila penawaran jual atau permintaan beli diajukan pada harga yang sama, sistem Bursa memberikan prioritas kepada permintaan beli atau penawaran jual yang diajukan terlebih dahulu.
     

Penyelesaian Transaksi

Kapan uang hasil penjualan saham masuk ke Rekening? Kapan pembelian saham harus dibayar atau di settle?

Ini terkait dengan penyelesaian transaksi saham diatur BEI, yang ditetapkan bahwa settlement transaksi (uang dan saham) adalah T+2 hari perdagangan (T adalah hari transaksi dilakukan).
 

Minimum Investasi Terjangkau

Perdagangan di BEI harus dalam satuan perdagangan (round lot) saham atau kelipatannya, yaitu 100 (seratus) saham.

Misal, harga saham Rp 1,000 maka minimum pembelian adalah 1 lot, berarti 100 lembar saham, sehingga nilai investasi Rp 100,000.

Jadi, besarnya nilai investasi tergantung dari harga saham. Makin mahal harganya, makin besar nilai investasi yang dibutuhkan. Dan sebaliknya.
 

Perlindungan Investor Saham

Tanpa banyak yang tahu bahwa terdapat skema perlindungan investor di pasar saham Indonesia.

Apa itu perlindungan investor?

Untuk meningkatkan keamanan dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia, maka setiap aset investor diberikan perlindungan dengan pembentukan Dana Perlindungan Pemodal oleh Indonesia Securities Investor Protection Fund (SIPF). 

Indonesia SIPF adalah perusahaan yang menyelenggarakan program Dana Perlindungan Pemodal, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tapi untuk bisa mendapatkan perlindungan pemodal, ada syaratnya.

Pemodal yang asetnya mendapat perlindungan Dana Perlindungan Pemodal adalah Pemodal yang memenuhi persyaratan sebagai berikut: (a) Menitipkan asetnya dan memiliki rekening Efek pada Kustodian; (b) Dibukakan Sub Rekening Efek pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian oleh Kustodian dan (c) Memiliki nomor tunggal identitas pemodal (single investor identification) dari Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian.

Apakah jika rugi akibat investasi saham atau rugi karena masuk saham gorengan bisa diganti oleh Dana Perlindungan Pemodal?

Baca Juga  Aplikasi Ajaib Sekuritas Trading Investasi Saham Pemula

Nanti dulu. 

Untuk bisa investor mendapatkan ganti kerugian maka berlaku mekanisme.

Penyelenggara Dana Perlindungan Pemodal melakukan klaim Pemodal yang kehilangan Aset Pemodal setelah OJK menyatakan terdapat kondisi:

  1. Terdapat kehilangan Aset Pemodal
  2. Kustodian tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan Aset Pemodal yang hilang
  3. Bagi Kustodian berupa Perantara Pedagang Efek yang meng-administrasikan Efek dinyatakan tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya dan dipertimbangkan izin usahanya dicabut oleh OJK; atau
  4. Bagi Bank Kustodian dinyatakan tidak dapat melanjutkan kegiatan usahanya sebagai Bank Kustodian dan dipertimbangkan persetujuan Bank Umum sebagai Kustodian dicabut oleh OJK.

Singkatnya, OJK harus memutuskan terlebih dahulu bahwa terdapat kerugian pemodal, baru proses penggantian bisa dilakukan.
 

RUPS dan Public Expose

Bagaimana investor sebagai pemilik perusahaan mengetahui dan mendapatkan laporan soal kinerja perusahaan dari Direksi? Bagaimana sebagai pemilik bisa ikut memberikan suara untuk keputusan – keputusan penting di perusahaan, misalnya, pembagian deviden, merger dan akuisisi, penunjukan direksi dan komisaris?

Komunikasi manajemen perusahaan dan pemegang saham dilakukan lewat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

Hadirilah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kehadiran pemegang saham di RUPS tidak hanya penting tetapi juga menguntungkan karena:

  • Bertemu dengan Direksi perusahaan dan bisa bertanya langsung soal kebijakan dan strategi perusahaan
  • Mengikuti keputusan – keputusan penting dalam RUPS, misalnya soal deviden, aksi korporasi dan lain sebagainya
  • RUPS biasanya dilangsungkan di Hotel yang cukup mewah, sehingga bisa menikmati selama berlangsung Rapat

Untuk bisa ikut RUPS mudah sekali. Lihat jadwal RUPS yang tercantum di situs www.idx.co.id

Investor menghubungi broker tempat jual beli saham, yang akan cek nama dalam daftar pemegang saham dan nanti broker memberikan undangan RUPS yang dibawa ke lokasi Rapat dengan menunjukkan identitas diri.

Di samping RUPS, ajang lain yang juga tidak kalah penting adalah public expose dimana perusahaan memaparkan kondisi terkini kinerja dan rencana bisnis ke depan.

Dalam publik expose, direksi perusahaan akan hadir dan pemegang saham bisa bertanya langsung kepada direksi. 

Ada kewajiban dari BEI mengharuskan perusahaan emiten saham melakukan publik expose secara berkala dan jadwal public expose diumumkan di situs www.idx.co.id
 

Pentingnya Analisis Sebelum Investasi Saham

Sebagaimana semua investasi, sebelum menentukan instrumen yang dipilih, Anda harus melakukan analisa untuk mengambil keputusan terbaik. Menjalankan analisa yang dalam dan komprehensif adalah contoh cara mengambil keputusan yang tepat.

Analisa ini penting dan krusial karena dengan analisa yang baik bisa mengelola risiko investasi dengan baik dan mendapatkan keuntungan optimal. Jangan mudah terbawa arus dengan hot recommendation atau saran – saran lain yang tidak jelas sumbernya.

Secara umum, ada dua jenis analisa saham:

Pertama, analisa fundamental saham yang menentukan harga saham wajar berdasarkan analisa laporan keuangan perusahaan menggunakan berbagai rasio keuangan.

Kedua, analisa teknikal yang menentukan trend harga saham di masa depan berdasarkan pola pergerakan harga saham di masa lalu.

Mana analisa yang paling tepat? Masing – masing orang investor di saham pasti punya preferensi sendiri – sendiri.