Beda Investasi vs Trading Saham, Mana Lebih Sukses

Investasi dan trading adalah dua cara bermain saham yang paling umum digunakan dan paling kerap dibandingkan. Mana cara yang paling menguntungkan di saham ?

Untuk mengetahuinya, kami menugaskan salah satu penulis untuk melakukan review kelebihan dan kekurangan keduanya dan menuliskan hasilnya di artikel ini.

Hasil perbandingan menunjukkan bahwa investasi unggul dengan membeli dan menyimpan saham untuk jangka panjang menggunakan analisis fundamental laporan keuangan, yang memberikan return tinggi dan resiko terukur, sedangkan Trading membeli dan menjual saham secara intens dalam jangka pendek, punya resiko besar dan biaya mahal. Keunggulan Trading adalah menjanjikan tingkat keuntungan besar dalam waktu singkat, tidak perlu belajar laporan keuangan, dimana return trading relatif lebih tinggi dibandingkan investasi.

Apa itu Investasi

Investasi adalah pendekatan yang memfokuskan pada membeli dan menyimpan saham dalam jangka panjang. Fokus investasi pada analisa fundamental atas laporan keuangan perusahaan.

Investor yang memilih investasi, berpikir membeli saham seperti membeli perusahaan, disimpan dan dipelihara untuk rentang waktu lama. Return keuntungan diharapkan dalam jangka panjang.

Dalam investing, penghasilan diterima tidak hanya dari kenaikkan harga saham, tetapi juga dari pembayaran dividen. Itu sebabnya saham yang dipilih adalah perusahaan dengan kinerja solid.

Kelebihan Investasi

Sejumlah keuntungan dalam investing:

1. Tidak Harus Mengamati Saham Setiap Saat

Karena bersifat jangka panjang dan menilai saham dari kinerja perusahaan, investor tidak harus memantau harga saham setiap hari. Harga saham dipantau dan dianalisa, biasanya, saat perusahaan mengeluarkan laporan keuangan kuartalan.

Dengan cara ini, investing menjadi cara berinvestasi yang santai dan tidak menyita waktu.

2. Resiko Lebih Rendah

Investasi jangka panjang membuat resiko di saham menjadi lebih rendah. Fluktuasi harga tidak tinggi dalam rentang waktu panjang.

Baca Juga  Cara Beli Saham Bank BJB BJBR Buat Pemula

3. Potensi Return Tinggi

Investasi saham jangka panjang, jika dilakukan dengan benar, akan memberikan return yang tinggi. Saham salah satu instrumen keuangan dengan return paling tinggi dibandingkan instrumen lain dalam jangka panjang.

4. Penghasilan Rutin Dividen

Perusahaan yang kuat kinerja keuangan akan secara rutin membagi dividen ke pemegang saham. Dividen menjadi sumber penghasilan untuk para investor yang melakukan strategi investing.

5. Tidak Stressfull

Tidak adanya keharusan melihat harga saham setiap hari dan lebih berpatokan pada analisa kinerja keuangan perusahaan, membuat perhatian terhadap tekanan fluktuasi harga dalam jangka pendek menjadi sangat berkurang di dalam investing, yang ujungnya membuat investor tidak merasa stress.

6. Biaya Fee Transaksi Murah

Karena investing tidak melakukan frekuensi jual beli saham yang tinggi, hanya beli kemudian simpan lama, biaya dari fee komisi transaksi di investing rendah sekali.

Investor tidak kemakan biaya komisi transaksi di investing.

Kelemahan Investasi

Sejumlah hal menjadi kekurangan investasi:

1. Untung Butuh Waktu Lama, Jangka Panjang

Investing merupakan proses investasi jangka panjang, jadi keuntungan akan datang tidak dalam waktu cepat.

Paling tidak, membutuhkan waktu 5 tahun berinvestasi di saham untuk mendapatkan return optimal. Lebih lama akan lebih baik.

2. Harus Paham Laporan Keuangan

Wajib memahami laporan keuangan agar bisa melakukan analisa fundamental perusahaan. Masalahnya, bagi yang bukan orang keuangan, tidak mudah membaca dan menganalisa laporan keuangan

3. Butuh Kesabaran, Kematangan

Dalam investing dibutuhkan kesabaran dan kematangan dalam berinvestasi. Kenapa ?

Karena dalam jangka pendek, kemungkinan sekali harga saham bisa turun atau bahkan anjlok sekali

Karena umumnya semua ingin yang serba cepat, serba instan, sehingga tuntutan dalam investing untuk investor punya perspektif jangka panjang, bukan sesuatu yang mudah.

Baca Juga  Gotrade Indonesia Broker Saham Review 2022 Apa Aman

Apalagi di era sosial media saat ini, dimana banyak orang melakukan flexing, unjuk gigi kekayaan, tekanan untuk cepat untung sangat besar. Hal mana untung cepat tidak akan bisa diperoleh dalam investing.

Kesabaran dalam berinvestasi ini yang tidak mudah, apalagi di saat harga saham sedang turun tajam. Kunci kesuksesan investasi adalah melakukannya dalam jangka panjang dengan sabar.

Beda Investasi vs Trading Saham, Mana Lebih Sukses

Apa itu Trading

Trading adalah cara bermain dengan menjual dan membeli saham dalam jangka pendek, bisa harian, mingguan atau bulanan. Paling sering harian dan mingguan.

Biasanya, trader akan melakukan transaksi jual dan beli saham secara intens. Frekuensi jual beli saham yang tinggi menjadi ciri khas trading.

Fokus trading adalah keuntungan jangka pendek dari selisih harga beli dan harga jual. Untung murni dari capital gain. Bisa untung ratusan persen dalam waktu singkat dan sebaliknya.

Kelebihan Trading

Sejumlah keuntungan dalam trading:

1. Bisa Untung Cepat, Jangka Pendek

Trading fokus pada rentang waktu jangka pendek. Bisa harian atau mingguan.

Jarang trading dengan fokus bulanan, apalagi tahunan.

Karena itu, saat untung, trading bisa menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat.

2. Tidak Perlu Belajar Laporan Keuangan

Trading menganalisa chart atau grafik harga untuk menentukan strategi beli dan jual saham. Menggunakan analisa teknikal untuk mengambil keputusan. 

Trading tidak ada urusan dengan analisa fundamental dari laporan keuangan.

3. Meningkatkan Adrenaline

Bagi banyak orang, sifat trading yang jangka pendek dan frekuensi transaksi tinggi memacu adrenaline dan banyak yang menyukainya karena penuh tantangan.

Kelemahan Trading

Sejumlah hal menjadi kekurangan trading:

1. Biaya Trading Besar

Karena frekuensi transaksi jual beli saham yang tinggi di trading, komisi fee transaksi menjadi besar. Akibatnya, keuntungan trader bisa tergerus oleh besarnya komisi.

Baca Juga  Pengertian Return on Equity (ROE): Formula Rumus, Manfaat, Kelemahan

2. Resiko Tinggi

Trading memiliki resiko tinggi karena mengikuti pergerakan harga di rentang waktu pendek. Harga saham bisa berfluktuasi tajam dalam jangka pendek.

3. Menyita Waktu, Menguras Pikiran

Trading menyita waktu karena investor harus memperhatikan pergerakkan harga selama jam trading. Tidak boleh lengah, agar bisa mengambil keputusan dengan cepat.

Tidak hanya soal waktu, tetapi juga pikiran. Selama trading, pikiran benar – benar harus fokus karena harga bergerak cepat dalam jangka pendek. 

4. Cenderung Spekulasi

Dalam jangka pendek, sulit menentukan harga saham ditentukan oleh faktor apa. Banyak sekali faktor yang bermain dan mempengaruhi harga saham dalam jangka pendek.

Itu sebabnya trading punya unsur spekulasi yang tinggi.

5. Timing the Market, Sulit !

Ini pengalaman pribadi. Jadi, bisa berlaku yang sama, bisa tidak dengan orang lain.

Bahwa Timing the market itu sulit sekali karena banyak sekali faktor yang mempengaruhinya.

Ringkasan Investasi vs Trading

Fitur  Investasi Trading
Resiko Rendah Tinggi
Periode Jangka Panjang Jangka Pendek
Periode Keuntungan Lama Cepat
Jual Beli Saham Jarang Sering
Analisa Fundamental Teknikal
Menyita Waktu Tidak Sangat
Aman Legal OJK Legal OJK
Penghasilan Rutin Deviden Tidak Ada

Investasi unggul sebagai cara bermain saham jangka panjang, yang fokus pada kinerja keuangan perusahaan dan mengandalkan penghasilan dari kenaikkan harga dan dividen. Trading unggul karena menawarkan keuntungan cepat dalam jangka pendek, dengan fokus pada pergerakan teknikal harga.

Namun, yang paling penting, kedua cara  ini investasi dan trading, aman dan kredibel karena tidak dilarang OJK.