Cara Pinjam Uang di Bank Perkreditan Rakyat (BPR)

Pinjaman uang di Bank Perkreditan Rakyat menjadi salah satu solusi pembiayaan, baik untuk kebutuhan konsumsi atau bisnis usaha. Bagaimana cara mengajukan pinjaman di Bank Perkreditan Rakyat ?

Apa syarat dan ketentuan pengajuan kredit ? Ikuti pengalaman kami.

Pinjaman uang ke Bank Perkreditan Rakyat bisa dilakukan dengan cara mudah, yaitu: memilih produk pinjaman yang akan diajukan, memenuhi syarat dan ketentuan, melengkapi dokumen, mengisi formulir pengajuan kredit, mengajukan jaminan jika dibutuhkan, lolos SLIK OJK, mempunyai penghasilan cukup sesuai dengan besarnya cicilan, memenuhi verifikasi. Setelah ini semua lolos, kemungkinan besar pengajuan kredit di Bank Perkreditan Rakyat akan bisa disetujui.

Kita kupas secara lebih rinci soal proses pengajuan kredit di bank ini.

1. Penuhi Syarat dan Ketentuan Kredit di Bank Perkreditan Rakyat

Ada beberapa syarat yang harus Anda persiapkan sebelum melakukan pengajuan pinjaman. Syarat ini sangat penting untuk dipenuhi supaya pengajuan dapat diterima.

Berikut ini persyaratan umum pengajuan kredit di Bank Perkreditan Rakyat, yaitu:

  • Warga Negara Indonesia (WNI) & berdomisili di Indonesia.
  • Minimal usia 21 tahun maksimum sebelum usia pensiun pada saat kredit lunas.
  • Masa kerja pegawai tetap min. 1 tahun
  • Penghasilan minimum 3 juta.
  • Masa kerja untuk pegawai kontrak, ada ketentuan khusus
  • Untuk pengusaha, memiliki pengalaman di bidang usahanya minimum 2 (dua) tahun berturut-turut (dibuktikan oleh ijin usaha/praktek)

2. Lengkapi Persyaratan Dokumen

Berikut persyaratan berkas atau dokumen yang perlu dipersiapkan, yaitu:

  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi KTP pasangan suami/istri
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Surat nikah (jika sudah berkeluarga) atau surat cerai
  • Kartu pajak atau NPWP
  • Dokumen Pendukung usaha, jika mengajukan kredit usaha atau modal kerja
  • Rekening Koran/tabungan 3 bulan terakhir
  • Copy Slip Gaji atau Surat Keterangan Penghasilan
  • Copy neraca dan laporan laba rugi terbaru untuk perusahaan
  • Copy Akta pendirian perusahaan dan izin usaha
  • Copy sertifikat praktik profesional
  • Copy dokumen kepemilikan agunan berupa Sertifikat Agunan berupa Hak Milik (SHM); atau Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB); atau Sertipikat Hak atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS), dan IMB PBB

3. Lolos SLIK OJK, BI Checking

Lebih baik jika belum pernah menggunakan fasilitas kredit atau tidak dalam kondisi kredit bermasalah di laporan SLIK OJK. Debitur wajib punya catatan kredit yang bagus di BI Checking atau SLIK OJK.

4. Memenuhi Ketentuan Penghasilan Minimum

Penghasilan menjadi faktor penting buat bank dalam melakukan penilaian kelayakan pengajuan kredit. Karena itu, debitur harus memastikan bahwa gaji memenuhi ketentuan penghasilan minimum di Bank Perkreditan Rakyat.

Namun, terpenuhinya penghasilan minimum tidak serta merta bahwa pengajuan akan disetujui oleh bank.

Terkait penghasilan, bank akan menilai hal – hal berikut, yaitu:

  • Minimum penghasilan
  • Penghasilan mencukupi untuk membayar cicilan angsuran kredit
  • Penghasilan diverifikasi dengan baik.

5. Hitung Cicilan dan Biaya Kredit

Cari tahu besarnya ‘suku bunga dan biaya kredit. Ini penting agar kita bisa mendapatkan bunga pinjaman terbaik.

Skema dan cara perhitungan suku bunga perlu dipahami dengan baik. Karena ada berbagai jenis cara perhitungan bunga, seperti fixed rate, floating rate.

Pastikan juga bahwa suku bunga fixed rate hanya akan terjadi selama beberapa tahun, sehingga perlu melihat kapan suku bunga floating akan diterapkan setelah masa fixed rate selesai.

Umumnya, setelah masuk ke bunga floating, cicilan akan naik cukup signifikan. Konsumen perlu mengantisipas masalah ini.

Untuk proses peminjaman, selain bunga, konsumen juga harus membayar sejumlah biaya, seperti provisi. Hitung biaya tersebut agar bisa menentukan dengan cermat berapa sebenarnya biaya kredit yang harus ditanggung dari mengambil pinjaman.

Biaya Admin Kredit di Bank Perkreditan Rakyat adalah:

  • Premi Asuransi Jiwa, Sesuai Rate
  • Provisi Sampai dengan 1% dari limit kredit
  • Biaya Administrasi. Sampai dengan Rp 100 Ribu
  • Biaya Notaris
  • Biaya Pelunasan Dipercepat
  • Biaya Keterlambatan Pembayaran

6. Menentukan Plafon Pinjaman Diajukan

Calon peminjam perlu menentukan besarnya pinjaman yang dibutuhkan dan akan diajukan ke Bank Perkreditan Rakyat.

Menentukan jumlah plafon pinjaman penting karena:

  • Menentukan produk pinjaman yang akan diajukan karena setiap produk punya ketentuan yang berbeda
  • Menghitung cicilan bulanan yang menjadi kewajiban berdasarkan jumlah pinjaman yang akan diambil

7. Menentukan Masa Tenor Kredit

Masa tenor kredit menentukan besar kecilnya cicilan dan seberapa lama membayar cicilan. Karena itu, tenor perlu ditentukan saat mengajukan pinjaman di Bank Perkreditan Rakyat.

Untuk bisa menentukan tenor yang tepat, konsumen bisa melakukan simulasi kredit di Bank Perkreditan Rakyat untuk menghitung besarnya cicilan per bulan berdasarkan plafon pinjaman dan masa kredit.

Di samping itu, Bank Perkreditan Rakyat memiliki syarat dan ketentuan soal maksimum masa tenor pinjaman, yaitu tidak boleh melebihi usia pensiun untuk karyawan dan usia tertentu untuk pengusaha.

8. Menetapkan Tujuan Pinjaman

Tujuan pinjam uang akan menentukan jenis pinjaman yang akan diajukan di Bank Perkreditan Rakyat.

Mulai dari apakah tujuan pinjam uang untuk konsumsi atau bisnis usaha.

Kalau untuk konsumsi, apakah tujuannya untuk mendapatkan dana tunai tanpa jaminan atau untuk beli aset, seperti rumah atau mobil.

Kalau untuk bisnis, apakah tujuannya untuk memulai usaha, modal kerja, membiayai invoice atau investasi membeli alat.

Masing – masing tujuan pinjaman punya karakter kredit yang berbeda – beda. Untungnya di Bank Perkreditan Rakyat memiliki produk kredit yang beragam, yang bisa memenuhi setiap tujuan.

9. Lakukan Simulasi Kredit

Bank Perkreditan Rakyat menyediakan simulasi kredit yang bisa digunakan untuk menghitung besarnya cicilan per bulan berdasarkan jumlah plafon kredit dan tenor pinjaman.

Melakukan simulasi kredit penting dilakukan oleh setiap calon debitur karena:

  1. Memberikan gambaran berapa cicilan yang harus dibayar setiap bulan
  2. Menghitung kemampuan pembayaran berdasarkan cicilan tersebut

10. Mempersiapkan Jaminan Jika Dibutuhkan

Dalam jenis kredit tertentu, bank akan meminta agunan. Calon debitur harus mempersiapkan dokumen jaminan untuk nanti dinilai (appraisal) oleh bank. Nilai jaminan akan menentukan besarnya nilai kredit yang bisa disetujui.

Hal yang penting dipersiapkan terkait jaminan adalah:

  • Dokumen jaminan sudah sesuai, misalnya status SHM untuk bangunan dan tanah.
  • Pemilik jaminan adalah debitur atau jika tidak ada surat yang memberikan hak kepada debitur untuk menggunakan jaminan tersebut
  • Nilai jaminan cukup untuk memenuhi persyaratan Loan To Value (LTV), yaitu nilai maksimum pinjaman senilai 80% sd 90% nilai jaminan

11. Hitung Kemampuan Pembayaran

Konsumen perlu menghitung kemampuan pembayaran sebelum mengajukan pinjaman ke Bank Perkreditan Rakyat. Tujuannya agar bisa memperkirakan apakah pengajuan pinjaman disetujui atau tidak.

Untuk menghitung kemampuan pembayaran, konsumen menggunakan ukuran 30% dari penghasilan adalah maksimum total cicilan, termasuk cicilan baru jika mengambil pinjaman uang.

12. Siap Diverifikasi Bank

Bank akan melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa informasi yang diberikan oleh konsumen akurat dan sudah sesuai kebijakan kredit di bank.

Verifikasi biasanya akan dilakukan ke tempat berikut:

  • Konsumen yang mengajukan pinjaman
  • Pekerjaan Kantor
  • Rumah Domisili
  • Supplier, Buyer untuk pinjaman usaha

Pastikan bahwa konsumen siap menerima telepon dari pihak Bank Perkreditan Rakyat yang akan melakukan verifikasi