Deposito Syariah | Pengertian, Cara Daftar, Kelebihan Kekurangan

Deposito Syariah menawarkan kelebihan yang tidak ditawarkan deposito konvensional. Tidak hanya soal return tetapi juga soal akad yang berbeda. Apa itu deposito syariah ? Kelebihan dan kekurangannya.

Deposito adalah program tabungan berjangka yang ditawarkan oleh bank. Sesuai definisinya, waktu penarikan pada rekening deposito telah ditentukan di awal, yaitu setelah jangka waktu tertentu sejak dana disetorkan.

Nantinya, nasabah akan memperoleh keuntungan dalam besaran dan jangka waktu yang telah disepakati. Dalam jangka waktu tersebut, nasabah sepakat untuk tidak menarik dana yang telah disetorkan, serta memberikan kuasa kepada bank untuk mempergunakan/mengelola dana tersebut dalam upaya memperoleh keuntungan.

Besaran keuntungan yang disepakati pada produk deposito konvensional dinyatakan dalam bentuk bunga. Karena sistem bunga merupakan unsur yang tidak diperbolehkan menurut syariat Islam, maka alih-alih bunga, produk deposito syariah mengadopsi sistem bagi hasil atau nisbah.

Apa itu Deposito Syariah

Deposito syariah adalah program tabungan berjangka yang ada pada bank syariah, di mana keuntungannya berasal dari porsi nisbah yang disepakati pada saat akad.

Istilah deposito seringkali disamakan dengan tabungan pada umumnya. Padahal, meskipun sama-sama merupakan produk bank, keduanya memiliki mekanisme dan fitur yang berbeda.

Berikut ini adalah dua letak perbedaan utama antara deposito dan tabungan:

a. Sistem Penarikan

Seperti halnya nasabah tabungan, nasabah bank yang terdaftar pada produk deposito juga diharuskan untuk membuka rekening untuk menyimpan jumlah dana yang disetorkan.

Bedanya, nominal uang yang ada pada rekening tabungan dapat ditarik sewaktu-waktu, sementara jumlah uang yang tersimpan pada rekening deposito hanya dapat ditarik pada jangka waktu tertentu saja.

b. Tujuan Penggunaan

Produk tabungan, sesuai namanya, diperuntukkan bagi nasabah yang bertujuan untuk menabung atau menyimpan uangnya semata. Sedangkan tujuan nasabah menyetorkan uangnya pada rekening deposito adalah dalam rangka mendapatkan keuntungan berupa bagi hasil (nisbah) —atau dalam kata lain merupakan bentuk investasi.

Baca Juga  Rekomendasi 5 Broker Forex Komisi Rendah Terbaik (2022)

Akad Deposito Syariah

Deposito diperbolehkan secara syariah karena secara prinsip, deposito dapat dikategorikan sebagai bentuk kerja sama antara nasabah dan bank syariah. Oleh karena itu, akad yang digunakan pada produk deposito syariah adalah akad mudharabah.

Dalam hal ini, nasabah bertindak sebagai pemilik dana (shahibul maal) dan bank syariah merupakan pengelola dana (mudharib).

Sederhananya, saat membuka rekening deposito syariah, kita akan menunjang operasional bank syariah dengan dana yang kita setorkan. Keuntungan dari operasional bank tersebutlah yang nantinya akan dibagi sesuai porsi atau nisbah yang telah disepakati.

Dua jenis akad mudharabah yang umum digunakan dalam produk deposito syariah adalah:

1. Mudharabah Muthlaqah

Mudharabah muthlaqah adalah akad mudharabah di mana pemilik dana tidak memiliki wewenang untuk melakukan intervensi dalam proses pengelolaan dana yang telah disetorkannya.

Artinya, alokasi dana deposito yang disetorkan nasabah akan secara penuh menjadi urusan bank syariah. Nasabah, sebaliknya, tidak berhak untuk menentukan preferensi mengenai cara pengelolaan dana tersebut.

2. Mudharabah Muqayyadah

Mudharabah muqayyadah merupakan akad mudharabah di mana pemilik dana diperbolehkan untuk membatasi pengelolaan dana yang telah diinvestasikan kepada bank syariah selaku pengelola dana.

Artinya, nasabah diperbolehkan untuk menentukan sejumlah aspek pengelolaan dana yang diinvestasikannya. Misalnya, terkait pembagian proporsi alokasi maupun jenis usaha apa saja yang akan dikembangkan.

Cara Daftar Deposito Syariah

Ketentuan pendaftaran program deposito pada setia bank umumnya sama. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk melakukan deposito syariah di bank:

  1. Pilih bank syariah dengan produk deposito syariah terbaik yang dinilai paling tepat untuk Anda.
  2. Cari tahu kelengkapan dokumen dan jumlah minimum setoran yang perlu Anda siapkan untuk membuka rekening deposito pada bank tersebut. Langkah ini bisa Anda tempuh dengan empat opsi, yaitu:
    1. Bertanya kepada kenalan yang pernah membuka rekening deposito di bank tersebut;
    2. Bertanya secara langsung kepada petugas bank di kantor cabang terdekat;
    3. Bertanya kepada layanan nasabah, baik melalui panggilan telepon, media sosial, atau email; atau
    4. Mencari informasi pada deskripsi produk deposito syariah terkait yang tercantum di situs resmi bank syariah.
  3. Datangi kantor cabang bank syariah setempat dengan membawa seluruh kelengkapan dokumen dan uang setoran yang diperlukan.
  4. Isi formulir aplikasi pembukaan rekening deposito.
  5. Serahkan formulir aplikasi yang sudah diisi beserta kelengkapan dokumen kepada petugas bank syariah.
  6. Penandatanganan akad deposito syariah.
  7. Lakukan penyetoran uang sesuai jumlah yang dipersyaratkan.
  8. Selesaikan tahapan tambahan yang diperlukan sesuai arahan dari petugas bank syariah  (jika ada).
Baca Juga  Beda Indodax vs Binance, Mana Komisi Fee Murah Terbaik

Berapa keuntungan deposito syariah?

Nisbah yang berlaku pada masing-masing bank syariah dapat berbeda-beda tergantung jumlah setoran dan jangka waktunya. Selain itu, bank syariah juga biasanya tidak menginformasikan secara terang-terangan mengenai besaran rasio keuntungan yang ditawarkannya.

Oleh karena itu, sedikit sulit untuk mengetahui secara jelas mengenai perbandingan keuntungan deposito syariah Mandiri dengan deposito syariah BSI atau produk deposito syariah yang lainnya.

Namun, sebagian besar sumber menyebutkan besaran nisbah yang paling umum berlaku adalah 55:45, atau 55% dari keuntungan akan diberikan kepada nasabah dan 45% keuntungan akan menjadi hak bank syariah.

Kelebihan Deposito Syariah

Tiga kelebihan utama dari deposito syariah adalah:

a. Bebas dari Unsur Riba

Deposito syariah tidak teraliri oleh unsur riba, karena pengelolaan dana deposit yang dijalankan oleh bank syariah juga wajib untuk mematuhi syariat Islam. Oleh karena itu, nasabah muslim tidak perlu cemas untuk menyalurkan dananya pada produk ini.

b. Tingkat Risiko Kecil

Dana deposit yang disetorkan oleh nasabah akan terbatas pada pengelolaan yang dilakukan oleh bank syariah, sehingga risiko fluktuasinya hanya akan terpusat pada aspek yang berkenaan dengan hal tersebut.

Berbeda dengan saat kita berinvestasi di pasar keuangan. Risiko pergerakannya akan rentan dipengaruhi oleh faktor dari aspek yang luas yang sukar diprediksi.

Pada akhirnya, fluktuasi yang lebih terkendali akan meminimalkan tingkat kerugian yang mungkin terjadi.

c. Lebih Terstruktur

Sistem deposito yang memiliki jangka waktu dapat menjadi poin plus tersendiri, terutama apabila kita sudah memiliki tujuan alokasi dari hasil keuntungan yang akan diperoleh nantinya.

Investasi dengan jangka waktu juga mencegah kita untuk mengacaukan budget investasi yang sudah kita kalkulasikan dengan cermat sebelumnya.

Baca Juga  XTB Indonesia Broker Review 2022 Apakah Aman

Kekurangan Deposito Syariah

Tiga hal yang menjadi kekurangan dasar dari deposito syariah, yaitu:

a. Keuntungan Relatif Kecil

Sistem bagi hasil pada deposito syariah sangat dipengaruhi oleh jumlah dana deposito yang disetorkan. Sementara itu, tidak seperti saat berinvestasi di pasar modal, besaran jumlah minimal yang ditentukan oleh bank umumnya cukup besar.

Meskipun secara risiko merupakan jenis investasi yang aman, untung mendapatkan keuntungan yang menjanjikan, nasabah harus mendepositkan dana yang besar pula.

b. Fleksibilitas Rendah

Berbeda dengan rekening tabungan, deposito memiliki mekanisme yang lebih baku dan cenderung tidak fleksibel. Terutama karena saldo deposito tidak dapat ditarik sewaktu-waktu saat kita membutuhkannya.

Saat dalam kondisi mendadak, kita mungkin akan sedikit kesulitan karena uang yang kita investasikan pada deposito syariah kemungkinan belum jatuh tempo, sehingga kita tidak bisa dengan bebas mencairkan secara tunai atau ke rekening pribadi.

c. Bukan Investasi Jangka Pendek yang Baik

Berkaitan dengan poin sebelumnya, deposito syariah merupakan investasi yang kurang cocok untuk jenis investasi jangka pendek. Investasi jangka pendek yang baik setidaknya harus bersifat likuid, sementara likuiditas pada produk deposito adalah hal yang mengikat, yakni tergantung pada jangka waktu jatuh temponya.

Ringkasan Deposito Syariah

Simak tabel di bawah ini untuk mengetahui poin-poin penting yang telah dibahas pada artikel ini!

Aspek Deposito Syariah Penjelasan Deposito Syariah
Pengertian  Produk tabungan berjangka pada bank syariah di mana keuntungannya berasal dari porsi nisbah yang disepakati pada saat akad
Akad  Jenis akad mudharabah, yaitu: Mudharabah muthlaqah; Mudharabah muqayyadah
Kelebihan  Halal, Minim risiko dan Terstruktur
Kekurangan Keuntungan relatif kecil, Tidak fleksibel, Likuiditas tergantung pada jangka waktu deposito