Gesek Tunai vs Cash Advance Kartu Kredit, Mana Lebih Baik

Gesek tunai dan cash advance merupakan dua cara untuk melakukan tarik tunai dari kartu kredit. Mana yang lebih baik di antara keduanya ?

Kelebihan gesek tunai yang membuatnya sangat populer adalah bunga lebih murah, biaya lebih ringan, limit lebih besar dibandingkan cash advance, meskipun gestun adalah tindakan ilegal dan rawan penipuan terutama gestun online.

Sementara, cash advance adalah cara ambil uang dari ATM yang legal dan aman, meskipun bunga mahal, limit kecil dan potongan biaya lebih besar dibandingkan gestun.

Selengkapnya ulasan kedua cara ambil uang tunai dari kartu kredit.

Apa itu Gesek Tunai Gestun

Gesek tunai adalah kegiatan menarik uang tunai dari kartu kredit dengan menggunakan limit belanja dan dilakukan melalui mesin edc merchant.

Cara kerja gestun cukup mudah, yaitu kita pergi ke merchant yang menerima gesek tunai, lalu kartu kredit digesek di mesin edc untuk kita seolah – olah melakukan transaksi belanja di merchant tersebut, walaupun kenyataanya kita akan menerima uang tunai dan bukan barang.

Merchant gestun akan memotong biaya dari dana gestun yang dicairkan. Biayanya bisa 1% sd 2% dari nilai transaksi.

Dalam laporan transaksi kartu kredit, kita akan tercatat melakukan pembelian barang di merchant gestun, meskipun dalam kenyataannya kita mengambil uang tunai.

Kelebihan Gesek Tunai

1. Bunga Lebih Rendah

Karena dilakukan sebagai transaksi belanja dan bukan sebagai transaksi cash advance, bunga gestun menjadi lebih murah.

Sesuai ketentuan Bank Indonesia, bunga dari transaksi belanja tidak dibebankan apabila Pemegang Kartu Kredit telah melakukan pembayaran penuh paling lambat pada tanggal jatuh tempo, atau pada kelonggaran waktu pembayaran yang diberikan oleh Penerbit Kartu Kredit.

Jadi, bunga di transaksi belanja baru dikenakan jika pengguna tidak melakukan pembayaran, pembayaran kurang atau terlambat membayar.

Sementara bunga di cash advance bunga dibebankan dan dihitung mulai dari tanggal pembukuan (posting) sampai dengan tanggal dilakukannya pembayaran secara penuh oleh Pemegang Kartu Kredit.

Jadi, kalau gestun karena dilakukan sebagai transaksi belanja, pengguna tidak kena bunga kalau bayar tepat waktu, sementara cash advance akan tetap dikenakan bunga meskipun bayar tepat waktu.

2. Biaya Lebih Murah

Biaya gestun yang dibebankan oleh merchant lebih rendah dibandingkan biaya cash advanced yang dibebankan bank.

Umumnya, merchant bisa memberikan biaya gestun separuh dari biaya cash advanced.

3. Limit Lebih Besar

Karena menggunakan limit belanja, penggunaan gestun bisa 100% limit. Semua limit di kartu kredit bisa digunakan untuk gesek tunai.

Sementara limit cash advance dibatasi antara 40% sd 60% dari limit kartu kredit.

Kekurangan Gesek Tunai

1. Kegiatan Ilegal

Gesek tunai adalah kegiatan yang dilarang oleh Bank Indonesia, OJK dan Penerbit Kartu Kredit. Gestun itu ilegal.

Jika pemegang kartu kredit ketahuan melakukan gestun, kartunya bisa langsung ditutup dan diblokir, serta dilaporkan di BI Checking sebagai gagal bayar.

Merchant yang melayani gesek tunai bisa dilaporkan pidana karena melanggar ketentuan dari penerbit kartu kredit.

Jadi, risiko melakukan gestun cukup tinggi karena pelanggaran peraturan kartu kredit.

2. Rawan Penipuan

Saat ini muncul banyak penawaran gestun online.Dianggap sebagai cara yang lebih mudah dibandingkan harus datang ke toko merchant.

Namun, cara gestun online ini rawan pencurian data karena informasi kartu kredit yang penting dan seharusnya rahasia, kita berikan ke jasa gestun online tersebut.

Setelah data kartu kita berikan, mereka bisa menyalahgunakan data tersebut yang sangat akan merugikan kita. Misalnya, kartu bisa digunakan untuk transaksi online tanpa persetujuan kita.

Jasa gestun online bukan lembaga resmi yang punya izin. Jadi, kalau ada masalah dengan mereka, kita akan kesulitan melacak dan melakukan pengaduan.

3. Mematikan Industri Kartu Kredit

Kegiatan gesek tunai mematikan industri kartu kredit nasional.

Transaksi yang seharusnya dicatat sebagai cash advance, dengan gestun dicatat sebagai belanja meskipun sebenarnya itu penarikan uang tunai.

Kegiatan gesek tunai merugikan bank penerbit kartu kredit karena transaksi tarik tunai punya resiko yang lebih tinggi dibandingkan transaksi belanja, maka seharusnya tarik tunai dilakukan lewat cash advance di ATM dan bukan di merchant.

Apa itu Cash Advance

Cash Advance adalah pencairan limit kartu kredit menjadi uang tunai di mesin ATM.

Syarat dan ketentuan dalam melakukan cash advance di kartu kredit adalah:

  1. Memiliki kartu kredit aktif;
  2. Limit kartu kredit tersedia;
  3. Pastikan mesin ATM kompatibel dan mendukung penarikan uang dengan jenis kartu kredit yang kita miliki;

Cara kerjanya cukup mudah, yaitu pengguna datang ke mesin ATM, lalu memasukkan kartu kredit ke ATM dan memilih cash advance atau tarik tunai. Masukkan PIN kartu kredit dan setelah berhasil, uang akan keluar dari mesin ATM.

Kelebihan Cash Advance

1. Aman dan Legal

Cash advance adalah kegiatan tarik tunai yang legal.

Berbeda dengan gestun yang illegal, cash advance tidak melanggar hukum dan ketentuan otoritas perbankan.

2. Mudah

Proses ambil uang tunai dengan cash advance sangat mudah.

Tidak perlu proses pengajuan dan approval lagi. Selama limit di kartu tersedia, tarik tunai bisa dilakukan.

Tidak butuh waktu lama dan bisa dilakukan cepat.

3. Tersedia di Semua ATM

Cash advance bisa dilakukan di semua ATM bank. Jadi pilihan tempatnya sangat banyak.

Berbeda dibandingkan gestun yang hanya tersedia di merchant tertentu saja.

5. Bisa Dirubah Menjadi Cicilan

Cash advance bisa dirubah menjadi cicilan jika diinginkan oleh konsumen. Jadi, pilihannya cukup fleksibel, yaitu revolving atau cicilan.

Dengan menjadi cicilan, bunga tetap selama masa tenor yang dipilih.

Kekurangan Cash Advance

1. Bunga Mahal

Bunga cash advance lebih mahal dibandingkan gestun. Karena gestun dihitung sebagai transaksi belanja.

Bunga cash advance dihitung sejak uang tunai diambil, sementara bunga transaksi belanja dihitung sejak tagihan jatuh tempo.

2. Biaya Tinggi

Biaya cash advance tinggi, bisa mencapai 4% sd 6% dari nilai penarikkan, yang dipotong dimuka dari jumlah uang yang diambil.

Sementara, potongan biaya gesek tunai lebih rendah, bisa hanya di 1% atau 2%.

Perbedaan biaya antara cash advance dan gestun cukup signifikan.

3. Limit Kecil

Cash advance paling tinggi 60% dari limit kartu kredit, semehtara gesek tunai bisa digunakan 100% dari limit kartu kredit.

Kesimpulan

Gesek tunai memang menawarkan banyak manfaat yang lebih baik dibandingkan cash advance di ATM.

Namun risiko gestun sangat besar karena melanggar ketentuan dan bisa diancam pidana.

Meskipun bunganya lebih mahal, cash advance lebih aman dan legal.