Kelebihan dan Kekurangan Tabungan Pendidikan Anak

Tabungan pendidikan anak merupakan salah satu instrumen yang sering digunakan orang tua untuk mempersiapkan dana pendidikan anak di tengah kenaikkan biaya sekolah yang tinggi.

Meskipun mudah, orang tua perlu memahami kelebihan dan kelemahan jenis tabungan pendidikan ini. Supaya orang tua bisa antisipasi kekurangan jenis tabungan pendidikan anak ini.

Kelebihan Tabungan Pendidikan Anak

Jenis tabungan yang menawarkan banyak keuntungan, yaitu:

1. Setoran Terjangkau

Setoran sangat terjangkau mulai dari Rp 100,000 sehingga Anda bisa memulai meskipun dana yang dimiliki terbatas.

2. Periode Menabung Panjang

Tabungan ini memberikan periode menabung dengan rentang cukup fleksibel, yaitu 1 tahun sd 20 tahun. Dengan rentang yang panjang, Anda bisa mengatur setoran bulanan lebih mudah, dari yang rendah sampai tinggi.

3. Gratis Perlindungan Asuransi

Dengan tabungan pendidikan, Anda mendapat perlindungan asuransi gratis (premi asuransi dibayar oleh bank) plus bunga yang relatif lebih tinggi. Asuransi sangat penting karena jika terjadi musibah atas orang tua maka ahli waris anak bisa tetap mendapatkan dana pendidikan dari Tabungan Rencana.

4. Tabungan Pendidikan Aman Dijamin LPS

Dana yang disimpan di tabungan pendidikan sangat aman karena dijamin LPS. Tidak perlu khawatir bahwa dana akan hilang atau dicuri.

Kelemahan Tabungan Pendidikan Anak

Meskipun menarik dan banyak fitur bermanfaat, orang tua perlu waspada sejumlah kekurangan dari Tabungan pendidikan anak.

1. Hasil Tabungan Tidak Cukup untuk Biaya Sekolah

Kenapa ? Mungkin ini pertanyaan yang langsung mencuat saat membaca pernyataan saya diatas.

Tujuan mengambil tabungan pendidikan anak adalah memenuhi biaya sekolah. Kenapa sekarang justru saya mempertanyakan efektivitas tabungan ini.

Menurut riset, kenaikkan biaya sekolah di Indonesia mencapai 15% sd 20% setahun. Saya setuju dengan angka ini karena sudah mengalami dan menjalani sendiri betapa tingginya kenaikan uang sekolah setiap tahun, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Berapa bunga tabungan pendidikan anak ?

Tidak lebih dari 6% setahun. Itupun belum dipotong pajak. Jadi, nett setelah dipotong pajak mungkin sekitar 4 sd 5% setahun.

Anda bisa hitung sendiri bagaimana mungkin bunga tabungan rencana yang 6% setahun (belum pajak) bisa mengalahkan kenaikkan biaya sekolah yang 15% setahun.

Hampir bisa dipastikan mustahil !

Itu artinya Anda tidak bisa hanya mengandalkan tabungan rencana dalam mempersiapkan dana pendidikan anak. Karena jika hal tersebut dilakukan, Anda akan menghadapi resiko tidak cukupnya dana pendidikan saat nanti anak akan masuk sekolah.

2. Tidak Bisa Merubah Instrumen

Hal lain adalah fleksibilitas pilihan instrumen. Artinya, bisa tidaknya Anda beralih dari satu instrumen ke instrumen lain.

Dalam tabungan rencana, sejak awal pilihan Anda adalah tabungan dengan resiko sangat rendah tetapi tingkat keuntungan (bunga) kecil. Jika ingin mengganti, switch, maka Anda tidak punya pilihan. Anda harus keluar dari jenis tabungan ini dan mencari sendiri instrumen lain.

Kenapa fleksibilitas itu penting ?

Fleksibilitas dalam investasi itu penting karena situasi dan kondisi senantiasa berubah. Tidak statis.

Ambil contoh, untuk dana pendidikan yang berjangka waktu panjang, Anda bisa mengambil instrumen yang lebih beresiko dengan return lebih tinggi, sementara untuk dana pendidikan anak yang diperlukan sebentar lagi (misalnya untuk playgroup atau sekolah TK) Anda perlu yang super aman seperti tabungan pendidikan.

3. Jangan Mengandalkan Gratis Asuransi Jiwa

Meskipun memberikan asuransi jiwa gratis, orang tua sebaiknya jangan mengandalkan asuransi ini untuk proteksi keluarga.

Asuransi jiwa gratis ini hanya memberikan proteksi terhadap iuran tabungan pendidikan.

Begini penjelasannya: jika terjadi Ketidakmampuan Total Tetap atau meninggal dunia, pihak asuransi akan meneruskan setoran rutin bulanan Anda (maksimal Rp 5.000.000,- atau USD 500,- per bulan untuk setiap penabung).

Jadi, Anda perlu membeli asuransi jiwa lain untuk memberikan perlindungan bagi keluarga. Mengandalkan asuransi jiwa dari Tabungan pendidikan jelas tidak akan mencukupi.

4. Tidak Cocok untuk Tujuan Jangka Panjang

Dalam beberapa pendapat perencana keuangan, yang saya baca di berbagai media, mereka tidak menyarankan tabungan rencana untuk jangka panjang.

Rendahnya bunga tabungan rencana membuat tujuan jangka panjang, yang biasanya butuh dana besar, akan sulit dicapai jika menggunakan tabungan rencana.

Bunga yang rendah akan terasa signifikan kekurangannya dalam jangka panjang. Anda perlu instrumen dengan keuntungan tinggi (misalnya saham atau obligasi) untuk kebutuhan jangka panjang.

5. Tidak Fleksibel Akibat Auto Debit

Dengan cara autodebet tabungan rencana, proses menabung memang menjadi lebih disiplin, tetapi hal tersebut membuat tujuan jangka panjang menjadi tidak fleksibel.

Misalnya, suatu saat membutuhkan dana, Anda tidak bisa berhenti atau jika mencairkan sebagian nilai tabungan rencana sebelum jatuh tempo akan dikenakan biaya penalti penarikan dana sebelum jatuh tempo sebesar Rp 150.000,-.

Jika Anda tidak membayar setoran rutin bulanan sebanyak 3 kali, maka sistem secara otomatis bank akan menutup rekening tabungan pendidikan.