Kredit KPR Rumah Artis, Freelancer Penghasilan Tidak Pasti

Artis atau Freelancer yang penghasilannya tidak tetap punya kesulitan untuk mengajukan KPR ke bank untuk beli rumah. Apa solusinya untuk pekerja lepas ini untuk bisa punya rumah secara kredit dengan mencicil ?

Saya punya teman yang berprofesi seniman. Dia mengeluh karena pengajuan kredit dia ke bank selalu ditolak ketika butuh pinjaman untuk beli rumah.

Kejadian yang tidak jauh berbeda dialami teman saya yang lain, yang merupakan pekerja lepas. Sulit mengajukan kredit.

Persoalan mereka berdua sama, penghasilan yang tidak pasti, membuat lembaga perbankan enggan memberikan pinjaman.

Bank butuh orang dengan penghasilan pasti untuk bisa memberikan kredit. Kalau source of income (SOR) tidak jelas atau tidak pasti, bank enggan mengucurkan kredit.

Namun, pekerja lepas, pekerja seni atau artis, jangan berkecil hati.

Berikut ini beberapa cara yang bisa ditempuh buat mereka yang berpenghasilan tidak tetap untuk bisa punya rumah secara kredit:

1. Cicilan Developer

Developer atau pengembang menyediakan program cicilan untuk beli rumah atau apartemen yang mereka jual.

Pembeli diberikan kesempatan untuk mencicil ke developer selama jangka waktu tertentu.

Jadi dari harga rumah akan dihitung berapa jumlah yang harus dicicil sampai lunas.

Paling lama, cicilan ke developer sekitar 60 bulan atau 5 tahun. Umumnya, cicilan dua tahun atau 24 bulan.

Namun, biasanya harga properti dengan program cicilan ke developer ini lebih mahal dibandingkan beli tunai. Hal yang masih wajar.

Tentu saja, hal ini lebih baik dibandingkan harus beli dengan cash keras atau tunai.

Proses pengajuan cicilan ke developer boleh dibilang sangat mudah. Tinggal mengajukan ke developer tanpa perlu dokumen penghasilan, seperti slip gaji atau rekening tabungan.

Baca Juga  Cara Pelunasan KPR Mandiri Sebelum Tenor Berakhir

Beberapa hal yang perlu dicermati soal cicilan ke developer adalah:

Pertama, program cicilan ini hanya oleh developer tertentu. Biasanya pengembang besar, yang menyediakan program cicilan untuk calon konsumen.

Developer kecil jarang menyediakan program cicilan. Mungkin ini terkait kemampuan keuangan dari developer tersebut.

Kedua, rumah atau apartemen baru akan jadi setelah cicilan ke developer selesai.

Jadi, selama mencicil, proses pembangunan rumah dilakukan. Bukannya rumah sudah jadi, baru dicicil.

2. KPR BPR

BPR atau Bank Perkreditan Rakyat menyediakan fasilitas pinjaman KPR. Meskipun ini bank skala kecil, tetapi fasilitas KPR nya cukup bersahabat.

Berbeda dengan bank umum yang biasanya memiliki persyaratan pinjaman yang ketat, di BPR persyaratan kredit cukup ringan.

Saya beberapa kali melihat teman – teman dengan penghasilan yang tidak pasti, bisa mendapatkan pinjaman KPR dari BPR.

Tentu saja, konsekuensi mengajukan ke KPR BPR, yang berbeda dengan ke bank, adalah:

Pertama, bunga pinjaman di BPR jauh lebih tinggi dibandingkan di bank umum. Ini karena BPR lebih berani mengambil resiko.

Profesi yang bank umum menolak, BPR berani ambil. Untuk itu, BPR meminta imbalan suku bunga lebih tinggi.

Kedua, BPR meminta uang muka DP yang cukup besar. Biasanya bisa diatas 30%.

DP besar bagian dari mitigasi resiko. Makin besar makin aman buat bank.

3. KPR Multifinance 

Selain BPR, perusahaan multifinance sekarang juga sudah menawarkan produk KPR dan bisa memberikan kredit pinjaman dengan syarat lebih longgar dibandingkan bank umum.

Mungkin karena perusahaan multifinance tidak menghimpun dana masyarakat, mereka lebih berani dalam memberikan kredit.

Tentu saja, bunga KPR di multifinance lebih tinggi dibandingkan di bank. Namun, hal ini lumrah mengingat pengajuan kredit ke Multifinance yang lebih mudah.

Baca Juga  Bunga KPR 2019 2020 Promo Bunga Rendah Terendah, Untung?

4. KTA

Alternatif lain buat artis atau pekerja lepas adalah menggunakan KTA. Jenis pinjaman ini tanpa jaminan dan bisa digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk beli rumah.

Pengajuan KTA, jelas, lebih mudah dibandingkan pengajuan KPR.

Namun, sejumlah hal perlu dicermati ketika mengambil KTA untuk beli rumah, yaitu:

  • Plafon KTA jarang besar. Maksimum sekitar Rp 200 juta. Bisa saja kurang untuk beli rumah
  • Tenor KTA jarang panjang. Paling lama tenor 5 tahun, yang kurang cocok untuk kredit rumah yang bersifat jangka panjang.
  • Bunga KTA cukup besar, mencapai 20% sd 30% setahun, yang cicilannya bisa memberatkan keuangan dalam jangka panjang.

5. Beli Cash Keras, Ajukan Kredit Renovasi

Solusi lain adalah beli cash keras dengan menabung dulu. Setelah rumah terbeli, freelancer bisa mengajukan kredit renovasi ke bank.

Bank biasanya akan lebih mudah menyetujui jika sudah ada jaminan rumah yang dimiliki oleh debitur. Rumah tersebut menjadi jaminan untuk mengajukan kredit.

Beli rumah kecil dulu, karena harus dibayar cash, setelah itu rumah diperbesar dengan dana renovasi dari hasil pinjaman ke bank.

6. Kredit Multiguna (KMG)

Cara ini hampir sama dengan cara sebelumnya.

Bedanya, pekerja lepas pinjam uang dulu ke orang lain, bisa orang tua atau saudara, untuk beli rumah yang diinginkan.

Setelah itu, rumah dijaminkan untuk mendapatkan kredit multiguna. Pencairanl kredit multiguna bisa digunakan untuk kebutuhan apapun.

Hutang kepada orang tua atau saudara untuk beli rumah bisa segera dilunasi dengan uang dari kredit multiguna.

Bank biasanya lebih mudah menyetujui kredit multiguna dibandingkan kredit KPR karena:

  • Sudah ada jaminan rumah untuk pemberian kredit.
  • Bunga kredit multiguna lebih tinggi dibandingkan KPR. Jadi bank lebih berani ambil resiko di kredit multiguna
  • Loan to value (LTV) kredit multiguna biasanya lebih rendah dibandingkan KPR sehingga jika terjadi gagal bayar pinjaman, bank punya nilai jaminan relatif besar dibandingkan nilai pinjaman.
Baca Juga  Cara Pelunasan KPR OCBC Nisp Sebelum Tenor Berakhir