KTA vs Kartu Kredit, Apa Perbedaan Utamanya

Apa persamaan dan perbedaaan Kartu kredit dengan KTA? Perbedaan ini penting diketahui sebelum kita memutuskan mengajukan salah satu jenis kredit ini.

Ada banyak fitur dalam kartu kredit yang tidak bisa disediakan oleh KTA. Kartu kredit punya karakteristik yang berbeda.

Begitu pula, KTA punya fitur yang tidak dimiliki oleh kartu kredit. Dalam kondisi tertentu, orang butuh KTA dibandingkan kartu kredit.

Pilih yang mana, KTA atau kartu kredit?

Untuk membahasnya lebih jauh, kita akan melihat lebih detail soal persamaan dan perbedaaan kartu kredit dan KTA. Dengan paham perbedaannya, kita bisa menentukan apakah membutuhkan kartu kredit atau KTA, atau cukup salah satunya.

Berikut ini Kartu Kredit vs KTA, apa perbedaan utama kedua jenis pinjaman ini.
 

1. Cara Kerja Kartu Kredit dan KTA Berbeda

Kartu Kredit dan KTA punya cara kerja yang berbeda.

Dalam kartu kredit, nasabah mendapatkan limit untuk transaksi. Bank menentukan limit Transaksi kartu kredit dan atas pertimbangannya berhak setiap saat untuk mengubah besar limit untuk setiap Transaksi. Bank akan memberitahukan perubahan mengenai limit Transaksi kepada Pengguna sebelum perubahan tersebut berlaku efektif.

Limit membatasi jumlah transaksi penggunaan kartu kredit. Setiap kali nasabah melakukan transaksi dengan kartu kredit, limit transaksi akan berkurang dan plafon untuk transaksi berikutnya akan berkurang.

Contoh limit kartu kredit Rp 10 juta maka maksimum penggunaan transaksi sebesar Rp 10 juta. Tidak bisa pemakaian melebihi dari limit ini.

Nasabah kartu kredit tidak harus menggunakan seluruh limit yang ada. Bahkan tidak menggunakan kartu kredit juga diperbolehkan.

Pembayaran tagihan akan menaikkan kembali limit transaksi kartu kredit. Semakin besar pembayaran, semakin besar limit yang bisa digunakan kembali, dan sebaliknya.

Apa bedanya dengan KTA?

Dalam KTA, nasabah langsung menerima pencairan seluruh pinjaman yang disetujui. Misalnya pinjaman KTA disetujui Rp 10 juta maka seluruhnya akan dicairkan ke rekening peminjam.

Tidak ada limit atau plafon di pinjaman KTA yang bisa berulang kali digunakan seperti di kartu kredit.

Pembayaran nasabah di KTA tidak akan mengembalikkan limit pinjaman.

Nasabah yang ingin meminjam kembali harus mengajukan KTA lagi. Artinya, pinjaman akan diproses kembali dan bisa disetujui bisa tidak.

Terlihat perbedaan dengan kartu kredit yang limitnya bisa digunakan berulang – ulang, selama nasabah membayar tagihan. Nasabah tidak perlu mengajukan pinjaman kembali di kartu kredit untuk bisa terus menggunakan limit transaksi yang sudah diberikan.

Perbedaan cara kerja ini terkait perbedaan fungsi kartu kredit dan KTA.
 

2. Beda Fungsi

Kartu kredit pada dasarnya adalah alat pembayaran, sementara KTA adalah pinjaman dana tunai.

Pemegang kartu kredit bisa menggunakan atau tidak menggunakan kartu tersebut. Jadi punya kartu kredit, tidak otomatis berhutang.

Konsumen bisa memilih untuk hutang atau bayar lunas dalam penggunaan kartu kredit. Bank penerbit kartu kredit memberikan waktu 1 bulan sejak transaksi dilakukan, bisa hutang atau bayar lunas.

Karakteristik kartu kredit sebagai alat pembayaran adalah:

  • Cashless. Tidak menggunakan uang tunai. Pembayaran dilakukan lewat jaringan merchant.
  • Kredit. Kartu kredit memberikan tempo pembayaran kepada pemegang kartu.
  • Limit. Transaksi kartu kredit dibatasi oleh limit kredit yang ditetapkan oleh bank.

Karakter kartu kredit ini yang membedakan fungsinya dengan KTA.

Berbeda dengan kartu kredit, saat peminjam menerima pencairan KTA, maka itu artinya menerima pinjaman dana yang dikirimkan ke rekening kita. Seketika itu konsumen punya hutang KTA.

Baca Juga  Cara Membuat Kartu Kredit BCA Secara Online 2022

Jadi, fungsi KTA adalah hutang. Bukan alat pembayaran seperti kartu kredit.
 

3. Cicilan vs Non Cicilan

KTA adalah produk pinjaman yang harus dicicil sejak awal disetujui selama tenor kredit. Tenor kredit ditentukan di awal saat pengajuan KTA.

Sementara, kartu kredit bukan merupakan produk cicilan. Pengguna kartu kredit bisa melunasi seluruh tagihan saat jatuh tempo.

Pengguna kartu kredit cukup membayar minimum payment setiap bulan. Pembayaran minimum payment membuat pengguna terhindar dari penagihan dan tunggakan.

Meskipun demikian, kartu kredit memberikan fasilitas kepada konsumen untuk merubah tagihan menjadi cicilan tetap untuk jangka waktu tertentu. Konversi menjadi cicilan tetap adalah salah satu fitur unggulan di kartu kredit.
 

4. Syarat Dokumen untuk Pengajuan Berbeda

Persyaratan dokumen KTA boleh dibilang sedikit lebih mudah dibandingkan kartu kredit. Meskipun, persyaratan KTA bisa dibilang tidak mudah juga.

Persyaratan dokumen kartu kredit, antara lain adalah:

  • Minimum Usia. Kartu Kredit utama adalah 21 (dua puluh satu) tahun atau telah kawin; Kartu Kredit tambahan adalah 17 (tujuh belas) tahun atau telah kawin;
  • Minimum Pendapatan. Penghasilan per bulan minimum dari pemegang kartu kredit adalah Rp3 juta.
  • Slip Gaji. Dokumen penghasilan wajib diserahkan untuk bank bisa mengevaluasi pendapatan.
  • Batas maksimum jumlah Penerbit Kartu Kredit yang dapat memberikan fasilitas Kartu Kredit untuk 1 (satu) Pemegang Kartu Kredit adalah 2 (dua) Penerbit Kartu Kredit.
     

5. Kartu Punya Promo Cash Back, KTA Tidak

Diskon promo adalah manfaat yang hampir pasti pemegang kartu bisa nikmati. Kartu kredit rajin sekali  melakukan promo, misalnya di restoran tertentu atau penginapan tertentu.

Promo ini bertujuan agar konsumen menggunakan kartu mereka untuk transaksi. Semakin sering pemegang kartu menggunakan kartu kredit akan semakin baik.

Selama, konsumen bisa mengendalikan pengeluaran dalam penggunaan kartu kredit, diskon promo ini sangat menguntungkan. Karena potongan harganya tidak main – main, jumlahnya besar – besar.

Kartu kredit juga memberikan cash back atau pengembalian sebesar persentase tertentu dari setiap transaksi belanja dengan kartu kredit.

Contohnya, salah satu kartu kredit menerapkan program cash back 1%. Itu artinya pemegang kartu akan mendapatkan 1% Cash Back untuk semua transaksi ritel yang dilakukan dengan menggunakan Kartu Kredit, tanpa pembelanjaan minimum.

Hasil dari cash back tersebut bisa ditukarkan untuk  memotong tagihan bulanan pada bulan berikutnya. Sisa Cash Back yang belum ditukarkan tetap berlaku selamanya.

KTA tidak menawarkan promo cashback. Boleh dibilang peminjam di KTA tidak memperoleh promo apa – apa.
 

6. Fasilitas Airport Lounge Buat Pemegang Kartu

Pemegang kartu kredit punya fasilitas untuk bisa menunggu penerbangan di airport lounge di bandara. Tinggal menunjukkan kartu, konsumen bisa masuk ke airport lounge.

Umumnya, akses ke fasilitas airport lounge ini gratis. Atau, konsumen bisa menukar poin rewards untuk akses ke lounge.

Airport lounge adalah fasilitas yang cocok untuk konsumen yang kerap melakukan travelling lewat udara. Hal tersebut karena:

  • Nyaman bisa menunggu penerbangan di lounge dengan segala macam fasilitasnya
  • Gratis atau bayar sedikit untuk bisa menggunakan airport lounge. Tanpa punya kartu kredit, konsumen bisa menikmati airport lounge dengan bayar cukup mahal.

Akses terhadap airport lounge tergantung pada tingkat kartu kredit. Semakin tinggi grade kartu, fasilitas di airport lounge akan semakin baik.

Baca Juga  Cara Menaikkan Limit Kartu Kredit Standard Chartered 2022

Jelas, fasilitas airport lounge tidak ada di KTA.
 

7. Tidak Ada Biaya dan Iuran Tahunan di KTA, Kartu Kredit Ada

Banyaknya fasilitas tambahan yang ditawarkan oleh kartu kredit bukannya gratis. Kartu kredit meminta iuran tahunan yang jumlahnya cukup besar setiap tahun.

Iuran tahunan di kartu kredit wajib dibayar oleh pemegang kartu kredit. Jika tidak, kartu akan ditutup.

KTA tidak meminta iuran tahunan. Nasabah tidak perlu membayar iuran kepada KTA.

Namun, bukan berarti KTA tidak tanpa biaya. KTA menerapkan sejumlah biaya, yang bentuknya agak berbeda dengan kartu.

Biaya KTA adalah:

  • Biaya provisi. Dipotong langsung dari pencairan pinjaman
  • Biaya pelunasan dipercepat. Dikenakan biaya saat konsumen melunasi pinjaman lebih cepat dari waktu jatuh tempo.
     

8. Ada Dana Tunai Darurat di Kartu Kredit

Bagaimana soal kebutuhan dana darurat?

Saya pernah mengalami kondisi ini. Butuh uang mendadak dalam jumlah besar untuk kebutuhan menalangi biaya rumah sakit.

Kebetulan asuransi kesehatan tidak mengcover semua biaya di rumah sakit. Jadi, saya harus keluarkan uang dari kocek sendiri.

Masalahnya, saat itu uang kas di tangan terbatas. Ada uang tapi tidak likuid, butuh beberapa hari untuk mencairkannya.

Kartu kredit sangat membantu dalam kondisi semacam ini. Saya membayar tagihan rumah sakit, dengan kartu kredit.

Kebetulan, saya sudah siap, punya kartu kredit dengan limit besar. Memang, saya sudah siapkan untuk kondisi emergency.

Di saat jatuh tempo, saya lunasi tagihan kartu kredit. Jadi saya tidak kena bunga dan biaya lainnya.

Dari pengalaman ini, saya sangat terbantu dengan punya kartu kredit di saat butuh dana darurat. Manfaat kartu kredit adalah:

  • Bisa dengan cepat menarik uang tunai. Tidak harus mengajukan pinjaman, seperti KTA, yang butuh waktu untuk disetujui
  • Tagihan bisa dibayar lunas di akhir bulan. Berbeda dengan KTA yang pembayaran harus dicicil selama tenor kredit.

Kartu kredit menyediakan pinjaman dana tunai yang bisa ditarik setiap saat. Ini artinya nasabah punya standby loan yang bisa digunakan saat dibutuhkan.

Bukan perusahaan saja yang punya standy loan, perorangan pun bisa. Tinggal memanfaatkan fasilitas tersebut di kartu kredit.

Proses tarik tunai sangat mudah. Tinggal ke ATM, ambil dana dengan memasukkan kartu kredit ke mesin.

Berbeda dengan KTA yang butuh proses beberapa hari untuk bisa mendapatkan persetujuan dan pencairan dana tunai.

Kartu kredit, jelas, lebih praktis dan mudah dibandingkan KTA, khususnya buat mereka yang butuh dana tunai secara mendadak.
 

9. Disediakan Asuransi Perjalanan Gratis

Kartu kredit menyediakan fasilitas asuransi gratis. 

Asuransi kecelakaan diri selama perjalanan merupakan salah satu fasilitas yang disediakan secara otomatis bagi pemegang kartu kredit yang melakukan pembelian tiket angkutan darat, laut, dan udara untuk perjalanan dalam negeri maupun ke luar negeri berupa pertanggungan terhadap:

  • Travel Accident (Kecelakaan Perjalanan)
  • Overseas Medical Reimbursement (Biaya Pengobatan di luar negeri)

Asuransi perjalanan ini berlaku untuk pemegang kartu utama maupun kartu tambahan. Berlaku untuk 1 (satu) orang istri atau suami dan anak kandung sah dengan jumlah maksimal 3 orang yang berusia antara 3 bulan sampai 23 tahun

Jenis angkutan darat, laut atau udara, baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang digunakan harus merupakan angkutan umum yang dioperasikan secara komersial.
 

10. Poin Rewards Mileage di Kartu

Kartu kredit memberikan bonus poin rewards. Poin dihitung dari nilai transaksi, semakin besar transaksi semakin banyak poin yang dikumpulkan.

Baca Juga  Cara Menaikkan Limit Kartu Kredit OVO Card 2022

Contoh skema poin rewards di kartu kredit adalah:

  • Di setiap transaksi Rp10.000, nasabah akan mendapatkan 1 Poin Rewards. Reward bisa ditukarkan dengan barang yang terdapat dalam Katalog Rewards.
  • Shop & Redeem Akumulasi 3600 Poin Rewards dapat ditukar dengan cashback Rp100.000 untuk transaksi shopping.

KTA tidak memiliki skema poin rewards. Konsumen yang punya KTA, tidak mendapatkan poin rewards, berapa pun pun jumlah pinjamannya.

Mileage adalah satu manfaat dari kartu kredit yang banyak jadi incaran banyak orang. Khususnya para traveller.

Tidak sedikit traveller yang bisa terbang gratis dengan menggunakan mileage.

Apa itu mileage?

Mileage adalah poin rewards dari hasil transaksi yang bisa digunakan untuk membayar tiket pesawat. Semakin banyak transaksi, semakin banyak mileage, semakin besar diskon tiket yang bisa dimanfaatkan.

Salah satu contohnya sebuah kartu kredit punya ketentuan mileage sbb:

  • 1 Citi Premier Miles  = 1 airline mile
  • Pengeluaran di dalam negeri: Rp 8.750 = 1 Citi Premier Miles
  • Pengeluaran di luar negeri: Rp 5.000 = 1 Citi Premier Miles (khusus untuk transaksi di hotel, restoran, penerbangan, department store, dan butik)
  • Kartu kredit ini memiliki 11 transfer partner yakni  Singapore Airlines, Cathay Pacific, British Airways, Malaysia Airlines, Eva Air, Air France, KLM, Qantas, Qatar Airways, dan Thai Airways.

KTA tidak memberikan poin mileage. Konsumen yang mengambil KTA tidak mendapatkan manfaat poin untuk travelling gratis.
 

11. Resiko Security Kartu Kredit

Di era digital dan internet sekarang, penggunaan kartu kredit untuk melakukan transaksi online menjadi masif. Hampir semua transaksi online membutuhkan kartu kredit.

Efek negatifnya adalah banyak data kartu kredit yang dibobol. Orang jadi banyak mengalami kerugian dari transaksi yang tidak sah.

Meskipun bank penerbit sudah menerapkan sejumlah langkah perlindungan security untuk melindungi data, seperti kewajiban PIN dan 3D secure, namun banyak kejadian kebobolan justru datang dari keteledoran pemegang kartu kredit. Misalnya, pemberian akses dan data kartu kepada orang tidak dikenal.

Orang yang punya kartu kredit perlu punya kedisiplinan dalam menjaga data dan akses. Apalagi di era serba digital saat ini.

KTA tidak memiliki resiko untuk di hacked dan dibobol orang. Tidak ada media kartu di KTA.
 

Review Kartu Kredit vs KTA

Dari uraian diatas terlihat bahwa kartu kredit adalah alat pembayaran sekaligus instrumen hutang untuk kebutuhan gaya hidup. Banyak sekali fasilitas yang ditawarkan oleh kartu kredit, yang tidak ada di KTA, seperti poin rewards, promo cash back, airport lounge, gratis asuransi.

Itu bukan berarti KTA lebih buruk. Karena tujuan KTA, memang, untuk memberikan pencairan pinjaman.

Namun, hal yang juga tidak kalah penting adalah persyaratan untuk apply kartu kredit, jauh lebih sulit dan ketat dibandingkan KTA. Hal ini bisa dilihat dari sejumlah ketentuan:

  • Kartu kredit meminta minimum penghasilan Rp 3 juta, sementara KTA tidak secara ketat mewajibkan minimum penghasilan
  • Kartu kredit mewajibkan dokumen penghasilan untuk menganalisa dan memvalidasi penghasilan, sementara KTA tidak mewajibkan slip gaji.

Boleh dikatakan, sebagai kesimpulan, bahwa kartu kredit memang menawarkan lebih banyak fasilitas dan fitur, namun kemungkinan pengajuan kartu kredit disetujui, lebih sulit akibat persyaratan dan dokumen yang lebih ketat.

Proses pengajuan KTA lebih mudah, lebih cepat. Cocok buat konsumen yang butuh dana tunai cepat.