Panduan Investasi Crypto dari Nol agar Mudah dan Aman untuk Siapa Saja

Crypto sedang booming, return nya naik fantastis. Banyak yang berhasil meraup keuntungan, tetapi tidak sedikit yang rugi besar. Ikuti panduan investasi crypto dari nol ini agar bisa aman dan untung bermain cryptocurrency.

Saya juga tidak paham awalnya kripto. Makanya belajar dari awal, dari nol, sampai jadi cukup paham.

Buat yang tidak latar belakang IT komputer, perlu extra effort untuk memahami cara kerja investasi kripto. Karena itu, saya ingin berbagi pengalaman belajar kripto sebagai orang awam yang tidak punya background teknis sama sekali.

Kita akan mulai dengan definisi, manfaat, fitur, mekanisme dan cara transaksi, keamanan, sampai pengelolaan resiko investasi di crypto.

Apa itu Cryptocurrency

Crypto atau cryptocurrency adalah mata uang atau koin yang disimpan dan digunakan untuk transaksi dalam jaringan blockchain. Contoh cryptocurrency adalah Bitcoin, Eth dan ratusan jenis crypto lainnya.

Betul, tidak hanya ada Bitcoin saja, tetapi ada ratusan mata uang kripto lainnya.

Teknologi blockchain memungkinkan Cryptocurrency untuk dikontrol dan dikelola secara terdesentralisasi. Bukan dikelola oleh satu pihak otoritas, seperti bank sentral atau negara, tetapi dikontrol oleh banyak sekali komputer atau nodes dalam jaringan blockchain.

Kalau di mata uang Rupiah, misalnya, Bank Indonesia sebagai Bank Sentral berfungsi sebagai satu – satunya lembaga yang mengawasi peredaran Rupiah. Bank sentral di negara – negara lain juga menjalankan fungsi yang sama.

Di blockchain, fungsi pengendalian crypto dilakukan oleh komputer – komputer di seluruh dunia, yang saling terhubung, makanya disebut ‘blockchain’. Semua server tersebut akan mencatat setiap transaksi kripto dalam ‘General Ledger’ atau buku besar, yang berisi catatan mutasi uang kripto.

Cryptocurrency menggunakan teknologi kriptografi dan mekanisme konsensus untuk mengamankan dan memverifikasi setiap transaksi agar tidak ada pihak yang bisa melakukan double-spending (membelanjakan aset digital yang sama dua kali).

Karena sifatnya yang terdesentralisasi, bitcoin tidak bisa dimanipulasi, misalnya untuk double-spending (sudah dipakai untuk dipakai lagi). Semuanya tercatat di server dan tercatatnya tidak di satu tempat.

Manfaatnya

Sifat desentralisasi ini membuat proses transfer atau tukar menukar bitcoin tidak perlu melewati perantara, seperti bank. Ketika terjadi transfer bitcoin, cukup update di jaringan blockchain dan itu sangat aman.

Dengan fitur semacam ini, cryptocurrency menjadi aset digital yang dapat digunakan untuk transaksi virtual berbasis jaringan internet. Aman, cepat dan biaya transfer hampir nol.

Masing-masing aset kripto dapat diperdagangkan & ditransaksikan secara global dan 24/7. Nilai tukar setiap aset ini ditentukan oleh penawaran (supply) & permintaan (demand) para pelaku pasar perdagangan.

Sekarang kalau mengirimkan valas dari Jakarta ke negara lain, maka akan butuh waktu yang cukup lama, melalui berbagai pihak dan memakan biaya fee yang tidak kecil. Masalah ini yang ingin di fix oleh kripto lewat blockchain.

Tapi, kripto tidak berhenti di soal kirim mengirim uang semata.

Seiring kemajuan, muncul kripto lain di luar Bitcoin, yang menjanjikan fitur dan manfaat baru. Bitcoin disebut generasi kripto pertama, sedangkan sekarang sudah mulai muncul kripto generasi kedua dan ketiga, dengan teknologi lebih canggih dan aplikasi lebih luas.

Salah satu contoh implementasi blockchain adalah Smart Contract, yang dipelopori oleh Ethereum. Dengan Smart Contract, orang bisa melakukan banyak transaksi dan membangun aplikasi secara terdesentralisasi.

Ada yang namanya DEX – Decentralized Exchange, NFT, DEFI – Decentralized Finance, ini semua merupakan pengembangan lebih lanjut dari teknologi blockchain yang dipelopori pertama kali oleh Bitcoin.

Perkembangan Kripto dan Legalitasnya

Total market cap cryptocurrency saat ini mencapai +- 1 billion US$ atau sekitar 10% dari market cap emas yang mencapai 10 billion US$. Dan yang penting pasar crypto terus tumbuh.

Kita bisa melihat dari fakta berikut ini:

Pertama, harga Bitcoin, jenis koin (token) kripto paling populer, meningkat cukup drastis. Hanya dalam waktu hitungan bulan, nilainya menembus all-time high yang baru.

Bitcoin naik 354% di tahun 2020 sekaligus menembus rekor harga tertingginya di tahun 2017. Mengalahkan return aset keuangan lainnya.

Kedua, saya mengamati bahwa mata uang kripto semakin diterima sebagai alat pembayaran. Saya sendiri pernah merasakan secara langsung, diminta untuk dibayar dalam mata uang crypto atas suatu transaksi digital.

Baru – baru ini, PayPal yang merupakan alat pembayaran transaksi online terbesar di dunia – 300+ juta pengguna, mengumumkan bahwa mereka sekarang menerima Bitcoin. Pengguna PayPal bisa menyimpan dan melakukan transaksi dengan Bitcoin di PayPal.

Sifat cryptocurrency yang terdesentralisasi, tanpa bank sentral, membuatnya mudah untuk digunakan dalam transaksi digital. Cocok sekali untuk melakukan pembayaran jual beli online.

Ketiga, perdagangan aset Kripto sudah diperbolehkan di Indonesia dibawah Bappebti – lembaga yang mengatur perdagangan berjangka komoditi. Jual beli cryptocurrency, seperti Bitcoin, telah legal.

Bukankan pemerintah mengumumkan bahwa Bitcoin ilegal ?

Yang tidak atau belum boleh di Indonesia adalah menggunakan Bitcoin untuk alat transaksi pembayaran. Di Indonesia Anda tidak bisa membeli sesuatu dan membayar dengan Bitcoin.

Adanya kepastian hukum soal diperbolehkannya perdagangan Bitcoin di Indonesia membuat investasi di aset kripto ini menjadi lebih aman secara regulasi.

Fundamental Projek Kripto

Bagaimana menilai bagus tidak, prospek uang kripto ?

Analisa fundamental dimulai dengan menilai proyek dari kripto tersebut. Ini bagian yang krusial karena menentukan apakah mata uang kripto akan bisa berkembang atau tidak di masa depan.

Semakin bagus proyeknya, banyak use case-nya, berkembang ekosistemnya, maka mata uang kripto akan semakin digunakan dan tentu saja harganya akan meningkat.

Di bawah ini adalah hal – hal yang menurut saya penting kita lihat dari proyek kripto:

a. Use Case 

Apa tujuan proyek tersebut ? Masalah apa yang ingin dipecahkan oleh projek kripto tersebut ?

Koin kripto yang investor akan beli perlu dianalisa use case, ekosistem dan keunggulan dibandingkan projek – projek kripto lainnya. Kenapa proyek ini bagus dan bermanfaat sehingga koinnya layak dibeli.

Contohnya, Bitcoin adalah mata uang kripto generasi 1, yang hanya bisa digunakan sebagai emas digital atau store of value. Use cases Bitcoin relatif masih terbatas.

Ethereum adalah mata uang kripto generasi 2, yang berupaya memperbaiki dan memberikan nilai lebih teknologi Blockchain, dengan menawarkan smart contract. Smart contract memungkinkan use cases kripto lebih luas, seperti untuk decentralized finance, nft dan gaming.

Cardano adalah projek kripto generasi 3, yang digadang gadang berupaya lebih baik dari Bitcoin dan Ethereum, dengan menawarkan teknologi smart contract yang lebih cepat, lebih murah dan lebih hemat energi.

Kecepatan, biaya transaksi dan konsumsi energi adalah faktor yang senantiasa menjadi dasar evaluasi proyek kripto. Semakin cepat, murah dan hemat energi, suatu blockchain kripto akan semakin unggul.

Informasi soal projek kripto bisa dicari di youtube atau forum Reddit. Hampir selalu ada youtuber atau forum reddit yang membahas projek kripto.

Namun, selain youtube dan reddit, sumber info yang tidak kalah penting, karena otentik dari developer yang membangun proyek, adalah dokumen Whitepaper.

Apa itu Whitepaper ?

b. Whitepaper

Investor perlu membaca dokumen whitepaper di setiap projek kripto. Ini dokumen yang penting.

Whitepaper semacam prospektus kalau di saham. Isinya memaparkan alasan projek dibuat, masalah apa yang dipecahkan dan solusi yang ditawarkan.

Baca Juga  4 Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Online Offline

Dari whitepaper, investor bisa menilai apakah ini proyek yang dikerjakan dengan serius, menawarkan teknologi inovatif dan prospek di masa depan.

Investor bisa membandingkan isi suatu whitepaper dengan whitepaper proyek – proyek lain yang sudah sukses. Kita bisa melihat dan membandingkan kedalaman whitepaper tersebut.

Dokumen whitepaper tersedia di situs projek kripto. Bisa diakses secara gratis.

Persoalannya, memang, tidak mudah membaca dan memahami isi Whitepaper. Isinya sangat teknis, khususnya soal teknologi informasi dan komputer.

c. Founder dan Developer

Penting melihat siapa founder dari projek ini. Man behind the gun, sangat mempengaruhi keberhasilan suatu proyek.

Kita bisa mengecek pengalaman dan CV founder di LinkedIn. Sudah berapa lama di industri kripto, apa saja pengalaman kerjanya, lulusan sekolah mana dan bagaimana rekam jejaknya.

Kemudian, selain founder, kita perlu melihat tim developernya. Seberapa pengalaman dan besar ukuran tim menunjukkan keseriusan projek ini.

Projek yang tidak serius biasanya bisa terdeteksi dari founder dan developer. Misalnya, pernah kejadian foto founder dan developer yang dipasang di situs dicomot dari foto orang lain.

d. Backing Investor

Untuk membangun projek kripto agar berhasil membutuhkan dana yang tidak kecil. Perlu sokongan pendanaan yang kuat berkelanjutan untuk membangun tim dan teknologi yang solid.

Karena itu, kita perlu melihat siapa investor besar yang berada di balik proyek tersebut. Investor yang punya pengalaman luas dalam pengembangan proyek kripto, tentu saja, menjadi nilai plus.

e. Ekosistem

Maju tidaknya suatu aset kripto ditentukan oleh berkembang tidaknya ekosistem kripto tersebut. Makin banyak developer yang membangun aplikasi di aset kripto, ekosistem akan maju.

Ekosistem yang bagus akan mendorong adopsi aset kripto yang luas, yang ujungnya membuat permintaan akan asset kripto tersebut meningkat. Harga, jelas, akan dengan sendirinya naik jika permintaan dari adopsi meningkat.

Karena itu, investor wajib menganalisa ekosistem. Caranya adalah:

  • Melihat seberapa banyak developer yang sudah ikut mengembangkan proyek tersebut
  • Berapa nilai investasi yang sudah ditanamkan dalam proyek tersebut
  • Bagaimana perkembangan proyek – proyek baru dalam ekosistem tersebut.

Jual Beli Dimulai di Broker Exchange

Proses jual beli crypto dilakukan di exchange atau bursa. Exchange ini berfungsi seperti marketplace, tempat yang mempertemukan pembeli dan penjual bitcoin.

Layanan di Exchange adalah beli, jual, simpan dan transfer aset kripto. Transaksi aset kripto terjadi antara para anggota exchange tersebut.

Exchange sendiri tidak melakukan jual beli. Perannya hanya menjadi tempat perantara dan untuk itu akan memungut sejumlah fee, seperti fee jual beli dan penarikkan uang.

Di setiap exchange akan ditentukan jenis – jenis aset kripto yang bisa diperdagangkan di marketplace mereka, Setiap exchange punya daftar aset kripto yang berbeda – beda.

Berbeda dengan transaksi di bursa saham, yang mana investor harus melewati broker sebagai perantara, di exchange bitcoin, transaksi langsung terjadi antara investor. Tidak ada broker perantara dalam transaksi di exchange bitcoin.

Cara Buka Akun di Exchange

Kita harus buka akun di exchange. Apa syaratnya ?

Saya masuk ke beberapa exchange bitcoin di Indonesia yang sudah resmi terdaftar di Bappebti. Melihat cara pendaftaran, KYC, minimum deposit, cara beli dan jual, serta fee yang diminta oleh exchange.

1. Daftar Akun

Persyaratan pertama adalah mendaftar dan membuka akun di exchange. Caranya cukup mudah.

Syarat buka akun adalah mengisi Nama, Email, Address, dan menyetujui Ketentuan Perjanjian dan Kebijakan Privasi.

Bisa mengajukan lewat aplikasi mobile atau lewat website. Aplikasi bisa diunduh di Google PlayStore dan Apple Store.

Semuanya dilakukan secara online. Tidak ada kertas yang perlu diisi, maupun tidak perlu tanda tangan basah.

2. Verifikasi KYC

Setelah membuka akun, user harus melanjutkan dengan verifikasi KYC. Tanpa lolos verifikasi ini, pengguna tidak bisa melakukan transaksi meskipun sudah buka akun.

Verifikasi KYC adalah proses penting untuk melindungi semua peserta di exchange dan memastikan kebijakan AML (Anti Money Laundering) dilaksanakan dengan baik.

Proses verifikasi KYC terdiri atas unggah foto ID, mengisi data pribadi, mengambil selfie foto dengan gerakan normal dan dengan gerakan acak. Data KYC akan diproses yang setidaknya membutuhkan waktu 1 hari kerja.

Tidak jarang verifikasi gagal. Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat verifikasi di adalah pastikan belum memiliki akun di exchange, memberikan data pribadi yang benar dan akurat, serta memberikan foto yang sesuai dengan KTP.

KTP harus asli dan harus jelas pada saat di upload. Saat mengambil gambar pastikan wajah terlihat jelas tanpa menggunakan topi dan juga kaca mata.

Saat selfie pastikan wajah berada di tengah agar fotonya sesuai dengan wajah dan pada foto liveness, user akan diminta untuk melakukan salah satu gerakan. Ketika mengambil foto pastikan tahan gerakan selama 3 detik, jika gagal silahkan ulangi kembali sampai maksimal 3 kali, jika sudah berhasil silakan pilih tombol selesai, dan tunggu konfirmasi di email.

3. Deposit 

Lolos verifikasi, langkah berikutnya adalah melakukan deposit untuk bisa membeli Bitcoin. Ada dua macam deposit, yaitu Rupiah dan Kripto.

Deposit rupiah dilakukan ke rekening yang sudah ditentukan. Deposit ini digunakan untuk membeli Bitcoin atau aset kripto lainnya.

Setoran minimum mulai dari Rp 30 ribu sd Rp 50 ribu pada umumnya. Tapi, ada juga exchange yang meminta minimum deposit sampai minimum Rp 500 ribu.

Beberapa cara deposit yang ditawarkan oleh exchange adalah:

  • transfer bank (rekening & virtual account)
  • e-wallet (OVO, GoPay, ShoppePay)
  • Setor tunai ke kantor
  • PPOB (Alfamart dll)
  • Kartu Kredit, Kartu Debit (hanya exchange di luar negeri)

Silahkan dipelajari masing – masing cara karena ada yang gratis, ada yang kena biaya deposit. Ada yang otomatis sampai tanpa perlu kirim bukti transfer, ada yang harus kirim bukti transfer.

Cara paling convenient menurut saya adalah menggunakan virtual account (VA) karena uangnya langsung sampai dan tidak perlu mengirimkan bukti transfer. Tetapi, deposit dengan VA dikenakan biaya deposit (cek di kebijakan fee exchange).

Bisa pula deposit dalam bentuk koin kripto, bisa Bitcoin, Ethereum dan jenis coin lainnya. Di setiap exchange terdapat daftar coin yang diterima sebagai deposit.

Deposit bitcoin atau cryptocurrency bisa digunakan untuk membeli crypto yang lain. Pilih pair mata uang crypto yang sesuai.

Bahkan, cara deposit dengan aset kripto paling mudah, cepat dan murah, dibandingkan dengan rupiah atau US$.

Exchange akan mengeluarkan ‘alamat’ wallet. Alamat ini yang digunakan untuk mengirimkan coin dari exchange lain.

Biayanya juga lebih murah dibandingkan dengan biaya transfer uang lewat bank.

Untuk coin, exchange menetapkan minimum deposit yang diterima berbeda – beda, tergantung jenis coin-nya.

Cara Investasi dan Trading Crypto

Setelah punya akun dan deposit dana, kita sekarang bahas bagaimana cara melakukan jual beli kripto

1. Pair Aset Kripto

Sebelum mulai transaksi, user harus memilih pair atau pasangan yang ingin di tradingkan. Pair paling populer adalah Bitcoin terhadap Rupiah, berapa harga Bitcoin dalam Rupiah.

Pair ini sama seperti ketika membeli valas, USD to IDR, berapa Rupiah harga 1 US$. Ada banyak pair pair lainnya.

Baca Juga  10 Mata Uang Kripto Terbaik 2022

Jenis pair aset kripto yang bisa diperdagangkan berbeda – beda di setiap exchange. Setahu saya, Indodax dan TokoCrypto saat ini paling banyak menawarkan pair aset kripto, dengan mencapai 100 lebih pair aset kripto.

Namun, pemula bisa mulai dengan pair Bitcoin Rupiah, sebagai aset kripto paling populer dan paling likuid saat ini. Semua exchange menyediakan pair Bitcoin ini.

2. Order

Untuk melakukan jual beli, pengguna harus melakukan order di aplikasi atau website exchange. Ada beberapa jenis order yang wajib diketahui karena jenis order berhubungan dengan fee yang harus dibayar.

(a) Limit (Maker)

Jenis order ini adalah user memasang pada harga tertentu dan tidak pada harga yang ada di pasar saat itu. Jadi order tidak langsung terjadi.

Kalau posisi jual, maka limit order dipasang pada harga yang lebih tinggi dari harga pasar, kalau posisi beli maka dipasang pada harga yang lebih rendah dari harga pasar.

Order yang pending akan masuk dalam antrian order Jual/Beli (Order Book). Dengan begitu, member telah menjadi seorang Market Maker.

Jenis order ini disebut ‘maker’ karena membuat order baru. Berbeda dengan order taker, yang mengikuti harga di pasar saat itu.

Order ini baru tereksekusi ketika harga pasar bergerak menyentuh harga yang dipasang oleh limit order. Selama harga tidak bergerak pada harga yang dipasang, transaksi tidak akan terjadi.

Exchange tidak membebankan fee untuk jenis order maker ini. Fee jual beli nol.

(b) Market (Taker / Instan)

Jenis order ini langsung bisa dieksekusi karena mengikuti posisi harga pasar yang ada. Jadi kalau order beli, beli di harga pasar saat itu, kalau order jual, jual di harga pasar saat itu.

Itu sebabnya order ini sering disebut pula sebagai order taker atau instan. Disebut Instan karena order langsung terjadi, sedangkan disebut taker karena mengambil harga yang sudah ada di pasar dan tidak membuat harga baru.

Jenis order ini dikenakan biaya oleh exchange. Fee ordernya biasanya sebesar persentase tertentu dari nilai transaksi, mulai dari 0.1% sd 0.3%.

(c) Order Book

Order book adalah data yang disediakan oleh exchange di aplikasi, yang menunjukkan urutan order yang ada di exchange saat ini berdasarkan harga dan jumlahnya. Ketika suatu order sudah terjadi akan keluar dari order book.

Manfaat order book adalah menunjukkan bagaimana pergerakkan harga di pasar dan kedalaman jumlah ordernya. Kalau ingin memasang harga, berapa yang pantas supaya order yang dipasang bisa tereksekusi, bisa merujuk pada informasi di order book.

3. Beli Jual

Proses pembelian kripto cukup mudah. Dimulai dengan memilih pair yang ingin dijual belikan.

Buat ordernya dengan memasukkan harga dan jumlah Bitcoin yang hendak dibeli, lalu akan muncul jumlah rupiah yang dibutuhkan. Pilih jenis order, apakah taker atau maker.

Bisa pula membayar dengan aset kripto. Tinggal pilih pair yang sesuai.

Kalau taker, order akan langsung tereksekusi saat itu juga sesuai dengan harga pasar yang ada. Jumlah kepemilikan crypto akan langsung terupdate dan jumlah deposit Rupiah berkurang sesuai dengan jumlah pembelian.

Kalau maker, order tidak langsung terjadi, menunggu sampai match di harga yang diinginkan. Sementara belum match, order akan menunggu di order book.

Satuan jumlah beli dan jual Bitcoin bisa sampai delapan digit di belakang koma, yaitu 0,00000001 BTC. Jadi, user  bisa bertransaksi dengan angka yang cukup kecil (seperti 0.4981537 BTC).

Itu sebabnya saya lihat beberapa exchange bisa menerima transaksi sampai sekecil Rp 30 ribu. Jumlah ini bisa dilakukan meskipun harga 1 bitcoin mencapai ratusan juta karena digit Bitcoin yang bisa dibeli sekecil sampai delapan digit dibelakang koma.

Proses penjualan Bitcoin sama seperti pembelian. Hanya sekarang, setelah eksekusi berhasil, deposit Rupiah bertambah dan kepemilikan Bitcoin berkurang.

4. Withdraw Tarik Uang ke Rekening

Uang Rupiah bisa ditarik dari Exchange ke rekening rupiah milik pengguna. Caranya cukup mudah, ajukan penarikan di aplikasi.

Penarikkan akan dikenakan biaya. Ada pula ketentuan soal minimum dan maksimum penarikan untuk rupiah maupun coin crypto.

Untuk penarikan rupiah, ada yang menerapkan biaya berupa persentase dari jumlah penarikkan atau biaya flat berapapun jumlah penarikan dilakukan.

5. Biaya Fee Transaksi

Exchange menerapkan sejumlah biaya dan fee dalam transaksi bitcoin, yaitu:

  • Jual Beli. Fee yang dihitung berdasarkan prosentase atas jumlah transaksi.
  • Penarikan. Fee untuk penarikkan uang ke rekening rupiah. Ada yang fee persentase, ada yang flat berapapun jumlah penarikkan
  • Deposit. Fee untuk deposit rupiah ke rekening exchange untuk bisa melakukan pembelian aset kripto.
  • Transfer. Aset kripto yang dimiliki bisa ditransfer ke exchange lain atau ke sesama anggota di exchange yang sama.

6. Transfer Kripto

Aset kripto bisa ditransfer ke exchange lain atau bisa ke sesama anggota di satu exchange. Tinggal mengisi alamat wallet yang dituju untuk kirim keluar exchange atau menuliskan user ID untuk kirim ke dalam satu exchange.

Alamat wallet menjadi semacam no rekening kalau mentransfer uang.

Transaksi blockchain memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk Bitcoin, dan 5-10 menit untuk aset kripto lainnya. Cukup cepat, mengingat transaksi dilakukan antar negara.

Setiap pengiriman aset kripto dapat dilakukan pengecekan dengan melihat block confirmation pada blockchain dan juga support chain nya. Setiap exchange memiliki batas minimum block confirmation yang berbeda untuk memvalidasi pengiriman aset kripto.

Untuk transaksi Bitcoin, pengecekan dilakukan di https://www.blockchain.com/id/explorer, Ethereum di https://etherscan.io, Bitcoin Cash di https://www.blockchain.com/id/explorer.

Berbeda dengan deposit yang bisanya tanpa biaya, penarikan bitcoin crypto akan dikenakan biaya. Dan ada ketentuan minimum dan maksimum penarikan dalam sehari untuk bitcoin crypto.

Wallet

Ini penting dipahami karena wallet adalah tempat menyimpan aset kripto. Sama dengan tempat kita menyimpan uang di dompet.

Kita akan mendapatkan alamat wallet. Alamat ini digunakan untuk mengirimkan atau menerima aset kripto.

Kita bisa menyimpan aset kripto di exchange, dimana wallet akan dikelola oleh exchange, atau kita bisa memiliki wallet sendiri.

Keamanan wallet harus dipastikan karena aset kita disimpan disana. Semakin besar kepemilikan bitcoin atau aset kripto lain, maka soal wallet ini harus semakin diperhatikan.

Paling aman, kita menyimpan di wallet yang kita kontrol sendiri. Bukan di wallet di exchange. Tapi, menyimpan di wallet sendiri, akan kurang praktis kalau kita sering melakukan trading sebab ada biaya transfer kirim antara wallet kita ke exchange.

Di samping itu, kalau simpan di wallet sendiri, kita harus siap tidak boleh kehilangan atau lupa seed phrases, yaitu kata kata kunci yang digunakan untuk membuka wallet. Sampai kita lupa akan kata – kata ini, wallet tidak bisa dibuka oleh siapapun.

Sudah pernah lihat alamat wallet ?

Bentuknya alfanumeric yang cukup panjang dan unik. Sulit untuk diingat, berbeda dengan no rekening bank yang cukup singkat, sehingga mudah diingat.

Persoalannya, kalau salah alamat wallet, bitcoin bisa terkirim ke orang yang salah dan tidak bisa di recover lagi. Berbeda dengan salah transfer di bank, yang nasabah mungkin masih bisa minta bank untuk mengembalikkan dananya.

Baca Juga  Cara Beli Terra LUNA di TokoCrypto 2022

Di bitcoin, tidak ada perantara, seperti bank, sehingga setiap transaksi yang sudah terjadi tidak bisa dibatalkan atau dikembalikkan lagi. Salah tulis alamat wallet pasti akan terkirim ke orang yang salah dan tidak bisa diapa-apakan lagi.

Makanya, pastikan betul alamat wallet sudah ditulis dengan benar, sebelum melakukan pengiriman bitcoin.

Data Kripto

Untuk bisa melakukan investasi di kripto dengan baik, kita harus tahu beberapa sumber data yang penting, antara lain:

A. CoinGecko

CoinGecko menyediakan data – data lengkap soal semua mata uang kripto yang beredar saat ini. Data tersebut sangat komprehensif, seperti harga, market cap, chart dan informasi lainnya.

Kalau ingin memantau harga berbagai koin, situs ini bisa digunakan dan menjadi rujukan. Termasuk untuk melihat koin kripto baru.

CoinGecko menyediakan data - data lengkap soal semua mata uang kripto

B. CoinMarketCap (CMC)

CoinMarketCap memberikan informasi yang tidak jauh berbeda dengan CoinGecko. Namun, CMC punya tampilan yang lebih clean, sleek.

Informasi di CMC juga sangat komprehensif soal koin kripto. Mulai dari kapan proyek dimulai, jumlah token yang diluncurkan, founder, venture capital dan informasi penting lainnya.

CoinMarketCap memberikan informasi yang tidak jauh berbeda dengan CoinGecko. Namun, CMC punya tampilan yang lebih clean, sleek.

C. Defilama TVL

Berbeda dengan CoinGecko dan CMC, Defilama fokus pada satu hal yaitu Total Value Locked (TVL). TVL merupakan indikator penting untuk Decentralized Finance (Defi).

Semakin besar TVL suatu kripto artinya semakin besar orang menempatkan uang mereka di kripto tersebut. Nilai TVL akan mempengaruhi harga kripto.

Banyak kejadian bahwa kenaikkan harga kripto didahului oleh kenaikkan TVL.

Defilama fokus pada satu hal yaitu Total Value Locked (TVL)

Mengelola Resiko Investasi Crypto

Cara menghadapi resiko fluktuasi harga dan keamanan Crypto bisa dengan melakukan sejumlah langkah berikut ini:

A. Diversifikasi Portfolio

Diversifikasi portofolio adalah langkah yang harus dilakukan. Ini sudah jadi patokan bahwa jangan menaruh semua uang di satu instrumen, apalagi yang resikonya sangat tinggi.

Bitcoin sangat menarik sebagai instrumen investasi. Return-nya tinggi, sangat likuid, mudah diperdagangkan dan sangat populer.

Tapi, resikonya juga sangat tinggi. Fluktuasi harga Bitcoin bisa sangat ekstrim.

Bentuk kehati – hatian kita adalah dengan tidak menaruh semua uang di Bitcoin. Taruh sebesar yang kita sanggup untuk kehilangan.

Istilahnya, taruh ‘uang dingin’ di Bitcoin. Siap untuk kehilangan uang ini.

B. Diversifikasi Exchange

Jual beli aset kripto tidak satu exchange, tetapi di beberapa untuk memastikan jika yang satu ada masalah, masih ada exchange yang lain.

Apalagi, ketika kripto yang dimiliki disimpan di wallet milik Exchange. Kita harus betul – betul yakin akan sistem keamanan wallet milik exchange tersebut.

Banyaknya kasus exchange yang kebobolan mengingatkan kita bahwa meskipun sudah banyak tindakan untuk menjaga keamanan exchange dari serangan hacker, tetapi tetap saja terjadi kasus – kasus pembobolan. Daftar exchange yang kebobolan tidak habis, dari 2011 sampai sekarang 2020, ada saja kejadiannya.

Salah satu cara mengatasinya adalah menaruh investasi kripto di beberapa exchange. Tidak terpatok di satu exchange semata.

Salah satu cara memilih exchange adalah melihat ranking bursa tersebut dari website coinmarketcap. Semakin tinggi rankingnya artinya semakin aktif pula exchange tersebut dan kemungkinan cashflow mereka bagus, sehingga jika terjadi masalah punya capital yang cukup untuk mengatasi masalah semacam peretasan/hacking.

C. Pahami DYOR

Mantra di dunia kripto adalah DYOR – Do Your Own Research. Lakukan riset sendiri.

Kita diminta untuk memahami dan mempelajari baik – baik cryptocurrency, khususnya soal cara kerja dan resiko yang mungkin timbul. Dengan memahaminya dengan baik, kita bisa mengukur apakah instrumen ini sesuai dengan selera risiko yang kita miliki atau tidak.

Karena kripto ini adalah jenis aset yang baru. Banyak hal, kita belum ketahui dan perlu belajar memahaminya dengan baik.

Apalagi sifat aset kripto yang terdesentralisasi, membuatnya mudah diciptakan oleh pihak manapun. Berbeda, misalnya, dengan aset yang tersentralisasi, yang ada pihak yang punya otoritas, yang mengeluarkan dan mengawasi perjalanan aset tersebut.

Jadi, kemungkinan scam di kripto cukup tinggi. Ini ibaratnya wild wild west, kalau di Amerika.

Tanpa riset yang kuat, kita jadi mudah goyang, terombang-ambing, saat harga berfluktuasi. Akibatnya, membeli aset kripto di saat salah dan menjual aset kripto di saat panik.

Jika punya keyakinan kuat, yang lahir dari DYOR, fluktuasi harga crypto tidak akan mempengaruhi keputusan investasi. Bahkan, saat harga turun, justru kita membeli lagi lebih banyak karena tahu bahwa aset tersebut memang layak dikoleksi.

D. Exchange Terdaftar Resmi di Bappebti

Gunakan exchange yang sudah memiliki tanda terdaftar dari Bappebti. Mereka yang terdaftar ini jelas perusahaannya, punya modal yang cukup dan sudah diseleksi ketat.

Memang ada beberapa exchange Bitcoin terbesar di dunia yang tidak terdaftar di Bappebti. Bisa saja exchange luar negeri ini dipilih, tetapi harus dipastikan bahwa mereka punya izin regulator yang jelas.

E. Simpan Wallet Baik – Baik

Pemilik akan menyimpan bitcoin di wallet, baik yang di exchange atau di wallet milik sendiri. Di dalam wallet tersebut akan disimpan private – key untuk meng-unlock Bitcoin, yang tanpa itu Bitcoin useless.

Persoalan muncul ketika orang lupa password untuk masuk ke wallet. Ini biasanya terjadi ketika orang menyimpan wallet sendiri (tidak di exchange), yang banyak dilakukan saat nilai bitcoin sudah besar, dimana orang mau menyimpan sendiri karena dianggap lebih aman.

Orang menyimpan bitcoin di USB yang tidak terhubung ke jaringan internet, agar tidak bisa di hack. Tetapi, hal ini akan percuma, jika password USB, lupa.

Pastikan menyimpan password atau akses dengan sebaik-baiknya. Bukan hanya supaya tidak di hack orang lain, tetapi supaya tidak lupa kombinasinya.

Banyak kejadian, private – key tidak hilang, aman sekali, tetapi pemiliknya lupa kombinasinya. Sama seperti punya brankas untuk menyimpan benda berharga, yang kombinasi kunci brankas lupa, sehingga tidak bisa dibuka.

F. Sabar, Ini Investasi Jangka Panjang

Kenapa ketidaksabaran jadi sumber masalah ?

Sebenarnya, kesabaran tidak hanya dibutuhkan di kripto, tetapi juga di semua instrumen investasi. Alasannya simpel, investasi butuh proses, tidak bisa instant.

Dalam kasus kripto, kesabaran lebih dibutuhkan lagi karena project di kripto masih sangat sangat awal. Projek – projeknya masih sedang dibangun.

Jadi, masih banyak proyek kripto yang sedang berkembang. Bukan produknya jelek, bukan, tapi masih butuh proses.

Proyek kripto yang merupakan software development pasti butuh waktu untuk dikembangkan. Tidak bisa cepat.

Kalau produk kripto dibuat cepat, instan, pasti muncul masalah di belakang hari. Bisa scam, error, bug atau hal buruk lainnya.

Masalahnya banyak orang di kripto punya semangat inginnya get-quick-rich, ingin untung cepat. Inginnya, hari ini beli, besok langsung untung.

Keburukkan dari ketidaksabaran dalam investasi adalah tidak bisa meraih keuntungan yang maksimal. Begitu harga turun, langsung jual, tidak sabar menunggu harganya kembali naik.

Kita bisa lihat sejarah harga di Bitcoin dalam 10 tahun terakhir. Harganya tidak naik terus, tapi berfluktuasi sangat luar biasa.

Bayangkan, orang yang tidak sabar, pasti sudah akan menjual Bitcoin di saat harganya anjlok. Akibatnya, kita tahu, mereka yang tidak sabar, tidak bisa menikmati kenaikan harga Bitcoin sampai ribuan persen.