Penagihan Kartu Kredit Standard Chartered, Debt Collector Lapangan ke Rumah ?

Bagaimana proses penagihan nasabah gagal bayar di kartu kredit Standard Chartered? Kita akan menelisik caranya dan melihat apakah kartu kredit Bank Standard Chartered menggunakan Debt Collector lapangan yang datang ke rumah atau tidak. Apakah collection kartu kredit juga akan menagih ke saudara, teman, karyawan kantor ?

Proses penagihan nasabah kartu kredit Standard Chartered dilakukan melalui telepon dan kunjungan, yang bisa melibatkan debt collector pihak ke-3, dan dimungkinkan DC lapangan datang ke rumah untuk menagih, bahkan menghubungi keluarga, teman, rekan sejawat di kantor atau saudara, namun penagihan kartu kredit Standard Chartered wajib tunduk pada kode etik penagihan dan Peraturan Bank Indonesia untuk melindungi kepentingan konsumen.

Simak informasi lengkap soal bagaimana kartu kredit Standard Chartered melakukan collection ke nasabah

1. Collection Gagal Bayar Kartu Kredit Bank Standard Chartered

Ketika nasabah telat membayar melewati tanggal jatuh tempo, kartu kredit mulai melakukan penagihan. 

Proses penagihan di Kartu Kredit Standard Chartered terdiri dari:

  • Desk Collection, yakni penagihan yang menggunakan sarana- sarana komunikasi termasuk namun tidak terbatas pada telepon, SMS, Whatsapp, email, apps-reminder/robo reminder (pengingat pada aplikasi Penyelenggara sendiri) dan sarana-sarana komunikasi lain;
  • Field Collection Lapangan, yakni penagihan yang dilakukan secara langsung, melalui kunjungan ke rumah, daerah/tempat domisili.

Kedua cara diatas, desk dan field collection, dalam pelaksanaanya dibagi menjadi beberapa tahap penagihan, yaitu Front End, Mid Range, Back End Collection, Area/domisili Penerima Pinjaman dan Hari Keterlambatan

  1. Front End. Upaya Penagihan lebih difokuskan kepada layanan atau servis, edukasi dan mengingatkan peminjam mengenai kewajiban mereka.
  2. Mid Range & Back End Collection. Penagihan untuk melindungi aset Pemberi Pinjaman.

Strategi yang umum dilakukan bank dalam mengejar tagihan Kartu Kredit adalah:

No Hari Terlambat Tindakan Penagihan Kartu Kredit Standard Chartered
1 1 – 3 hari (Grace period) Reminder SMS, WA, e-mail
2 4 – 30 hari Telepon Desk Collection
3 30 – 60 hari Telepon + Kunjungan Internal
4 60 – 180 hari Kunjungan Field Collection oleh DC Lapangan
5 > 180 hari Recovery oleh DC lapangan dan bisa dijual ke perusahaan collection

2. Penyampaian Informasi Cara Bayar Kartu Kredit

Di tahap awal, kartu kredit Standard Chartered akan mengirimkan sms atau pesan ke nomor HP di ponsel debitur sebelum tanggal jatuh tempo untuk mengingatkan nasabah soal kewajiban melakukan pembayaran tagihan.

Nasabah kartu kredit Standard Chartered memiliki pilihan jumlah pembayaran pada saat jatuh tempo, yaitu:

  1. Pembayaran minimum 5% dari tagihan baru atau minimum Rp 50.000,- (mana yang lebih besar) ditambah cicilan tetap dan/atau pembayaran minimum tertunggak dan/atau over limit (bila ada). Apabila terdapat tunggakan maka pembayaran minimum sebelumnya akan terakumulasi dengan pembayaran minimum bulan ini.
  2. Pembayaran penuh (seluruh jumlah tagihan baru).
  3. Jumlah berapapun, antara pembayaran minimum dan tagihan baru.
Baca Juga  Cara Tarik Tunai Kartu Kredit OVO U Card 2022

Ketentuan Pembayaran Tagihan

  • Pembayaran tagihan Kartu Kredit Standard Chartered  dianggap telah terjadi setelah dana pembayaran tersebut masuk ke rekening Kartu Kredit Standard Chartered.
  • Untuk menghindari Denda Keterlambatan, silahkan lakukan pembayaran 3 hari kerja sebelum tanggal jatuh tempo tagihan. Pembayaran melalui Bank Lain (non-Standard Chartered) akan efektif diterima Standard Chartered pembayaran 3 hari kerja setelah pembayaran dilakukan.

3. Peringatan Warning Letter

Lewat dari tanggal jatuh tempo, biasanya 3 hari grace period, tim penagih akan mulai bekerja dengan mengirim pesan ke debitur sebagai upaya peringatan untuk membayar pinjaman. 

Namanya, warning letter, namun dalam prakteknya tidak ada surat yang dikirimkan ke nasabah yang gagal bayar. Biasanya dikirimkan dalam bentuk pesan di aplikasi, SMS atau WhatsApp

4. Penagihan Lewat Telepon

Jika debitur tidak membayar tagihan setelah sms, WA dikirimkan, tim penagih kartu kredit Standard Chartered akan meningkatkan intensitas dengan melakukan penagihan melalui panggilan telepon langsung ke debitur. 

Telepon merupakan sarana komunikasi yang digunakan di Desk Collection. Panggilan Telepon dapat juga dilakukan dengan sistem Robotik untuk memastikan kualitas penagihan.

Intensitas penelponan yang lebih tinggi dapat dilakukan pada account-account yang dipandang oleh tim Collection memiliki risiko tinggi untuk gagal bayar.

Email, notifikasi apps, SMS atau sarana elektronik lainnya dapat digunakan untuk reminder pembayaran sebelum dan sesudah jatuh tempo.

Untuk penagihan keterlambatan pembayaran, melalui metode telepon ini, seluruh reminder yang dikirimkan dapat menjadi bukti di kemudian hari bahwa kartu kredit telah melakukan usaha untuk menghubungi dan mengingatkan nasabah atas kewajiban yang tertunggak

5. Penagihan Lewat Kunjungan

Jika debitur tidak merespon peringatan dan panggilan telepon dengan baik, inilah saatnya debt collector kartu kredit Standard Chartered datang ke rumah untuk melakukan penagihan. 

Penagihan dengan kunjungan digunakan jika komunikasi penagihan melalui telepon dan media komunikasi lainnya (seperti email dan messaging) tidak efektif atau bila dipandang kunjungan Field Collector diperlukan.

Dalam proses penagihan dengan kunjungan atau field collection, bank bisa menggunakan pihak ke-3 agency Collection.

Baca Juga  Cara Menaikkan Limit Kartu Kredit Bank CIMB Niaga 2022

Bank diperbolehkan bekerjasama dengan pihak ke-3 dalam rangka efisiensi dan efektivitas kerja. Pihak ke-3 harus tunduk dengan SOP bank dan Peraturan Bank Indonesia

Perlu diingat bahwa Standard Chartered adalah bank yang telah terdaftar dan diawasi Bank Indonesia, jadi kemungkinan bahwa proses penagihan yang dilakukan melalui kunjungan langsung sesuai dengan peraturan BI terkait kode etik penagihan nasabah gagal bayar.

6. Penagihan ke Teman, Saudara, Keluarga

Apakah kartu kredit Standard Chartered bisa melakukan penagihan ke teman, saudara, keluarga atau teman kerja ?

Secara teori bisa karena SOP bank dan Peraturan Bank Indonesia tidak melarang hal tersebut.

Namun, kartu kredit Standard Chartered akan melakukan penagihan dengan menghubungi keluarga, teman, atau pihak lain yang terkait dengan peminjam yang nomor teleponnya tercantum sebagai nomor darurat.

Jadi, hanya yang tercantum di kontak darurat.

7. Pelaporan ke SLIK OJK, BI Checking

Selain melakukan penagihan, Bank punya kewajiban untuk melaporkan nasabah yang menunggak ke SLIK OJK atau dulu dikenal sebagai BI Checking.

Implikasinya, nasabah yang menunggak di kartu kredit Standard Chartered akan punya catatan kredit yang buruk, yang nantinya akan menghambat saat mereka akan meminjam di bank atau lembaga keuangan lain. 

Perlu diingat bahwa catatan kredit menjadi faktor penting dalam keputusan approval pinjaman di bank dan lembaga keuangan.

Dalam BI Checking, kartu kredit akan melaporkan kolektibilitas nasabah sebagai berikut:

Kolektibilitas Kualitas Keterangan
1 Lancar Tidak ada keterlambatan dalam pembayaran tagihan.
2 Dalam Perhatian Khusus Keterlambatan pembayaran tagihan antara 1 s/d 90 hari kalender setelah tanggal jatuh tempo. Dalam kondisi ini Standard Chartered berhak melakukan pemblokiran sementara sehingga kartu tidak dapat digunakan sampai dilakukannya pembayaran.
3 Kurang Lancar Keterlambatan pembayaran tagihan lebih dari 90 hari s/d 120 hari kalender setelah tanggal jatuh tempo. Dalam kondisi ini, kartu akan terblokir permanen dan tidak dapat digunakan kembali.
4 Diragukan Keterlambatan pembayaran tagihan lebih dari 120 hari s/d 180 hari kalender setelah tanggal jatuh tempo. Dalam kondisi ini, kartu akan terblokir permanen dan tidak dapat digunakan kembali.
5 Macet Keterlambatan pembayaran tagihan lebih dari 180 hari kalender setelah tanggal jatuh tempo. Dalam kondisi ini, kartu akan terblokir permanen dan tidak dapat digunakan kembali.

8. Penggunaan Debt Collector DC Lapangan

Umumnya, collection kartu kredit menekankan pada proses penagihan melalui telepon di desk collection. Namun, jika nasabah sudah hilang kontak atau skip, barulah proses kunjungan lapangan dengan field collection ke rumah atau kantor dilakukan.

Baca Juga  Cara Tarik Tunai Kartu Kredit BNI | Syarat, Biaya, Plus Minus

Pihak ke-3, agency collection atau dikenal sebagai debt collector DC bisa digunakan, di tahap field collection. Penggunaan agency dilakukan sebagai bagian dari efisiensi operasional kartu kredit.

Kriteria yang umum digunakan oleh kartu kredit untuk menggunakan DC lapangan adalah:

  • Debitur sulit dihubungi di semua kontak yang terdapat di sistem kartu kredit, atau
  • Debitur bisa dikontak via telepon namun debitur cenderung menghindar dari kewajiban pembayaran, atau
  • Lebih dari dua kali tidak menepati janji bayar (broken promises), atau
  • Akun berada dalam luar jangkauan tim internal collection

Tentu saja, kriteria ini sangat situasional, tergantung pada kondisi di lapangan.

Jadi, kalau debitur punya tunggakan kartu kredit, harus siap – siap dikunjungi oleh debt collector ke rumah atau kantor, ketika pembayaran kredit menunggak. Apalagi jika pembayaran sudah terlambat lebih dari 30 hari

9. Peraturan Bank Indonesia soal Cara Penagihan Kartu Kredit

Kartu kredit Standard Chartered wajib patuh pada Peraturan Bank Indonesia soal tata cara penagihan, yang mengatur bahwa:

  1. Penerbit Kartu Kredit wajib memastikan bahwa:
    1. Tenaga penagihan telah memperoleh pelatihan yang memadai terkait dengan tugas penagihan dan etika penagihan sesuai ketentuan yang berlaku;
    2. Identitas setiap tenaga penagihan ditatausahakan dengan baik oleh Penerbit Kartu Kredit;
  2. Etika Penagihan. Tenaga penagihan dalam melaksanakan penagihan mematuhi pokok-pokok etika penagihan
    1. Menggunakan kartu identitas resmi (Penerbit Kartu Kredit), dilengkapi dengan foto diri yang bersangkutan;
    2. Dilarang dilakukan dengan tindakan ancaman, kekerasan dan/atau bersifat mempermalukan Pemegang Kartu Kredit;
    3. Dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal;
    4. Dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit;
    5. Penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus-menerus yang bersifat mengganggu;
    6. Penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili Pemegang Kartu Kredit;
    7. Penagihan hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00 wilayah waktu alamat Pemegang Kartu Kredit. Penagihan di luar tempat dan/atau waktu hanya dapat dilakukan atas dasar persetujuan dan/atau perjanjian dengan Pemegang Kartu Kredit terlebih dahulu.
    8. Penerbit Kartu Kredit juga harus memastikan bahwa pihak lain yang menyediakan jasa penagihan yang bekerjasama dengan Penerbit Kartu Kredit juga mematuhi etika penagihan yang ditetapkan oleh asosiasi penyelenggara APMK.

10. Pengaduan Pelanggaran Etika Penagihan Kartu Kredit

  1. Pengaduan pelanggaran etika penagihan Kartu Kredit dapat disampaikan kepada:
    1. Penerbit Kartu Kredit
    2. Bank Indonesia
  2. Dokumen Pengaduan ke Bank Indonesia . Apabila terdapat pelanggaran etika penagihan, pengaduan disampaikan dengan mengirimkan surat resmi tertulis berisi dokumen yang terdiri dari:
    1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku;
    2. Foto Kartu Kredit Bagian Depan;
    3. Bukti telah melakukan pengaduan kepada Penerbit Kartu Kredit (jika ada)
    4. Bukti perlakuan penagih yang melanggar pokok-pokok etika penagihan (foto, transkrip percakapan, rekaman percakapan, SMS, atau bukti lainnya);
    5. Kronologis kejadian (disertakan dengan tanggal dan terperinci);
    6. Mohon diinformasikan alamat domisili.
  3. Alamat pengaduan pelanggaran etika penagihan kepada Bank Indonesia
    1. Surat Elektronik. Dapat melalui contact center BI Bicara pada alamat [email protected]
    2. Surat Fisik. Jabodebek – Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Divisi Perlindungan Konsumen Sistem Pembayaran, KPw DKI Learning Center, Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun No.42, RT/RW : 01/05 Senen. Jakarta Pusat 10410;
    3. Surat Fisik. Luar Jabodetabek, Dokumen pengaduan dapat dikirimkan  ke Kantor Perwakilan BI (KPw BI) terdekat. Informasi daftar alamat dan nomor telepon KPw BI dapat Saudara lihat pada website resmi Bank Indonesia atau melalui tautan berikut: https://www.bi.go.id/id/tentang-bi/profil/organisasi/Default.aspx#floating-2