Pinjaman Kelompok Mingguan Tanggung Renteng Group Lending

Pinjaman kelompok mingguan dengan tanggung renteng adalah kredit yang diberikan kepada group dan jika terjadi gagal bayar maka anggota kelompok tersebut yang bersama – sama menanggung pembayaran. Bagaimana proses pemberian pinjaman ini dan kenapa muncul jenis kredit semacam ini ? Apa masalah yang ingin dipecahkan ?

Masalah pengusaha mikro atau ultra mikro adalah akses layanan keuangan yang terbatas. Bank hampir tidak ada atau jarang sekali yang mau memberikan kredit ke pengusaha skala mikro, karena pengusaha mikro ini punya keterbatasan jaminan, fluktuasi pendapatan, dan ketiadaan sejarah kredit.

Contohnya, ibu – ibu di pedesaan, yang jualan di warung atau buka usaha kecil – kecilan, akan sulit sekali mengajukan kredit ke bank. Meskipun mereka sebenarnya punya usaha bisnis yang riil.

Bahkan, Bank BRI pun, yang selama ini dikenal sebagai bank wong cilik, tidak bisa memberikan pinjaman ke pengusaha ultra mikro ini. Walaupun, pemerintah sudah membuat kredit bersubsidi bunga, yaitu KUR, yang dikucurkan melalui BRI.

Persoalan utamanya adalah skala bisnis. Terlalu mahal buat bank untuk melayani pengusaha ultra mikro, seperti ibu – ibu di pedesaan.

Karena tidak masuk skala ekonomis, bank lebih baik melayani peminjam dengan usaha dan limit kredit lebih besar.

Lalu, apa solusinya ? 

Hal ini harus dicarikan solusi karena jumlah pengusaha ultra mikro sangat banyak di Indonesia. Dan ini bukan persoalan di Indonesia saja, tetapi lazim di negara berkembang lainnya.

Muncullah Grameen Bank di Bangladesh yang memunculkan ide pinjaman kelompok atau group lending.
 

Apa itu Pinjaman Kelompok Tanggung Renteng 

Pinjaman kelompok tanggung renteng adalah kredit yang diberikan kepada kelompok dan jika pinjaman tersebut gagal bayar maka anggota kelompok harus membantu anggota kelompok lain yang menunggak untuk menyelesaikan kewajibannya.

Karakteristik dari pinjaman group lending adalah:
 

A. Pinjaman ke Kelompok 

Pinjaman diberikan ke sekelompok orang. Bukan ke individu.

Satu kelompok terdiri dari paling tidak 5 orang. Namun, besarnya jumlah anggota kelompok bisa berbeda – beda tergantung kebijakan masing – masing lembaga pembiayaan.
 

B. Unbankable Segment 

Targetnya adalah pengusaha atau orang yang tidak punya akses ke perbankan. Mereka yang sulit untuk bisa mengambil pinjaman.

Baca Juga  Cara Pinjam Uang di Bank Muamalat

Segmen pasar yang menjadi target, umumnya, adalah kelompok ibu – ibu di pedesaan atau perkotaan. Ibu – ibu ini tidak bisa mengambil kredit ke bank atau lembaga pembiayaan lain, baik karena penghasilan yang terbatas, tidak memiliki jaminan atau skala usaha yang sangat mikro.
 

C. Produktif 

Umumnya, tujuan pinjaman adalah untuk usaha produktif atau sesuatu yang bisa memberikan penghasilan tambahan.

Bukan pinjaman untuk konsumsi.
 

D. Pembayaran Mingguan 

Pembayaran angsuran pinjaman kelompok dilakukan dalam pertemuan yang umumnya dilakukan secara mingguan. Itu sebabnya jenis kredit ini kerap disebut sebagai pinjaman mingguan.

Pembayaran secara mingguan membantu peminjam untuk bisa mengatur keuangan dengan lebih baik untuk menyelesaikan kewajiban. Adanya pembayaran mingguan juga membuat anggota mau hadir dalam pertemuan, yang merupakan ajang penting bagi lembaga pembiayaan untuk memantau anggota kelompok.
 

E. Pertemuan Kelompok Mingguan 

Pertemuan ini menjadi hal yang krusial dalam group lending atau pinjaman kelompok ini.

Fungsi pertemuan kelompok adalah:

  • Ajang pertemuan Account Officer dari pihak pemberi pinjaman dengan anggota kelompok yang ingin mengajukan pinjaman
  • Pencairan pinjaman dilakukan dalam pertemuan tersebut
  • Pembayaran cicilan pinjaman dilakukan secara rutin dalam pertemuan mingguan, yang akan diterima oleh Account Officer yang hadir dalam pertemuan
     

F. Gagal Bayar

Mekanisme penyelesaian gagal bayar dilakukan dengan tanggung renteng. Semua anggota kelompok harus ikut menanggung kewajiban pinjaman anggota yang menunggak.

Teknis cara penyelesaian bisa berbeda – beda tergantung di setiap perusahaan. Biasanya, jika terdapat satu atau lebih anggota yang masih menunggak, anggota kelompok lain tidak bisa mengambil pinjaman lagi.
 

Solusi Group Lending 

Apa solusi yang diberikan pinjaman kelompok mingguan ini ?

Jenis pinjaman ini memungkinkan masyarakat di segmen ultra mikro menjadi bisa mengakses kredit. Mereka jadi bisa mengambil pinjaman.

Selama ini, hampir mustahil, meskipun sudah ada kredit KUR, buat segmen ibu – ibu pengusaha kecil di sektor informal untuk mengajukan kredit ke bank.

Baca Juga  10+ Pinjaman KTA Online Tanpa BI Checking SLIK OJK (2022)

Kini, dengan mekanisme pinjaman kelompok, masyarakat di sektor informasi ultra mikro bisa mengambil pinjaman untuk usaha atau kegiatan produktif lain yang meningkatkan derajat hidup mereka.

Dari mekanisme pinjaman kelompok yang diuraikan diatas, kita bisa melihat aspek penting dari mekanisme group lending ini, yaitu:

Pertama, mitigasi risiko dengan cara tanggung renteng antar anggota kelompok. Cara ini membuat masyarakat informal yang tidak punya jaminan sekarang bisa mengambil kredit.

Kedua, efisiensi operasional. Pinjaman dalam kelompok membuat proses seleksi dan pencairan pinjaman menjadi lebih efisien. Kendala biaya operasional yang besar untuk lembaga perbankan melayani segmen mikro bisa diatasi dengan cara group lending.

Ketiga, naik kelas. Para peminjam di kelompok menjadi punya catatan kredit bahwa mereka punya pinjaman dari lembaga formal, yang nanti bisa digunakan untuk mengambil pinjaman individual.
 

Cara dan Mekanisme Pemberian Pinjaman Group Lending 

Dalam salah satu lembaga, cara kerja dalam menerapkan pinjaman kelompok mingguan adalah sebagai berikut:

Pertama, memberikan modal kerja kepada pengusaha mikro sebesar Rp 1 juta sd Rp 3 juta. Plafon modal kerja bisa ditingkatkan maksimum 20% setahun. Debitur harus melunasi pinjaman terlebih dahulu untuk bisa mengambil pinjaman lagi.

Kedua, pengembalian pinjaman dalam bentuk cicilan selama paling lama 1 tahun. Biasanya cicilan dilakukan setiap minggu.

Ketiga, calon nasabah harus perempuan dan wajib membentuk kelompok sendiri terdiri dari lima orang dan kelompok desa dengan anggota  20 sd 25 orang perempuan.

Keempat, pinjaman yang diberikan tanpa jaminan, tetapi anggota kelompok harus membantu anggota lain yang mengalami kesulitan membayar cicilan mingguan.

Kelima, debitur wajib hadir dalam pertemuan mingguan, dimana pertemuan tersebut untuk ajang membayar cicilan mingguan.

Keenam, pinjaman wajib digunakan untuk usaha produktif yang meningkatkan penghasilan. Bukan untuk kebutuhan konsumsi.

Kelima, petugas AO Account Officer wajib mengunjungi nasabah di desa mereka, termasuk hadir di pertemuan mingguan. Debitur sendiri tidak pernah datang ke kantor.
 

Keunggulan Pinjaman Kelompok 

Sejumlah keunggulan dari group lending adalah:
 

1. Membantu Inklusi Keuangan 

Jelas, kehadiran group lending membuka kesempatan buat masyarakat kelas bawah yang selama ini sulit mengajukan kredit, sekarang jadi punya akses terhadap pembiayaan.

Baca Juga  Cara Pinjam Uang di Maybank 2022

Hal ini membantu inklusi keuangan yang selama ini sulit dilakukan, bahkan oleh BRI sekalipun, ke segmen kelas masyarakat miskin ini.

Bagusnya lagi, pinjaman kelompok diberikan secara komersial, bukan charity atau pemberian. Dengan cara ini, keberlanjutan pinjaman akan lebih terjamin dan bisa terus berkembang.
 

2. Mengembangkan Sektor Produktif 

Pinjaman kelompok ditujukan untuk kegiatan usaha produktif. Bukan untuk konsumsi.

Ini bisa menjadi penggerak tidak hanya untuk kelompok tetapi juga untuk masyarakat di sekitarnya. Sektor produktif punya multiplier effect ke sekitarnya.
 

3. Mitigasi Resiko 

Salah satu alasan kenapa bank enggan membiayai pinjaman mikro adalah tingginya resiko. Perbankan menilai sektor informal di mikro punya resiko kredit yang tinggi karena tidak ada jaminan, penghasilan terbatas serta dokumentasi tidak ada.

Pinjaman kelompok memecahkan masalah resiko ini dengan menggunakan mekanisme tanggung renteng. Anggota saling mengingatkan dan menanggung resiko bersama.
 

Kelemahan Pinjaman Kelompok 

Meskipun berkembang dengan pesat, namun pinjaman kelompok bukan tanpa masalah.
 

1. Rawan Fraud 

Proses pemberian pinjaman kelompok rawan fraud. Sangat mungkin terjadi penyalahgunaan dalam praktek pemberian kredit di lapangan. 

Hal ini terutama karena sifat pinjaman yang tersebar di berbagai wilayah pedesaan, kemudian penyaluran dan pembayaran secara tatap muka, dalam pertemuan antara account officer dengan anggota kelompok peminjam.
 

2. Pinjaman Konsumtif 

Selalu ada kemungkinan bahwa pinjaman yang diberikan tidak digunakan untuk usaha produktif tetapi untuk konsumsi. Apalagi proses pemberian pinjaman dilakukan secara manual dan hanya berdasarkan kepercayaan.
 

3. Rawan Goncangan 

Ketika pandemi covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, di awal 2020, salah satu sektor yang kena imbas keras adalah sektor mikro akibat pembatasan wilayah (PPKM). Mayoritas pemain di sektor mikro belum online dan digital.

Di samping itu, karena keterbatasan modal, saat goncangan ekonomi melanda, sektor ini yang kena paling keras dan tidak punya banyak buffer penangkal.