Review Reksadana Sucorinvest Stable Fund (2023) | Apa Aman, Kelebihan Kelemahan

Sucorinvest Stable Fund adalah salah satu jenis Reksadana Pendapatan Tetap yang sudah beroperasi sekitar 2 tahun sejak 26 Februari 2020 dan memiliki dana kelolaan sebesar Rp 14.56 Triliun.

Kita akan mengkaji Reksadana ini. Apakah aman, berapa return, biaya, serta apa kelebihan dan kelemahannya.

Apa itu Sucorinvest Stable Fund

Sucorinvest Stable Fund adalah jenis Reksadana Pendapatan Tetap yang bertujuan memberikan suatu tingkat pengembalian yang menarik dengan memelihara stabilitas modal yang optimal..

Strategi investasi yang dilakukan adalah: Efek Bersifat Utang : 80-100%; Efek Bersifat Ekuitas dan/ atau Instrumen Pasar Uang dan/ atau Deposito : 0-20%.

Apa Aman Investasi di Sucorinvest Stable Fund

Investasi di Sucorinvest Stable Fund aman dan legal karena reksadana ini dikelola oleh Manajer Investasi PT Sucorinvest Asset Management yang sudah memiliki izin dan legalitas resmi dari OJK.

Disamping itu, aset pemegang Reksadana disimpan terpisah di bank kustodian dari rekening Manajer Investasi. Jika Manajer Investasi bangkrut atau tutup, aset dan dana milik investor Reksadana aman.

Jumlah Dana Kelolaan

Total jumlah dana kelolaan di Reksadana ini mencapai Rp 14.56 Triliun

Besar kecilnya dana kelolaan menunjukkan berapa jumlah dana yang ditempatkan investor ke Reksadana.

Semakin besar akan semakin baik, karena menunjukkan kepercayaan investor atas kinerja Reksadana.

Kinerja Return Keuntungan

Dalam periode 1 tahun, kinerja Sucorinvest Stable Fund menunjukkan pencapaian return 6,39%.

Sejak peluncuran, Reksadana sudah mencetak keuntungan 23,89% vs return benchmark 8%.

Untuk bisa menilai kinerja Reksadana sebaiknya membandingkan dengan acuan atau benchmark.

Kinerja bisa dilihat dari Fund Fact Sheet yang disediakan gratis oleh Manajer Investasi.

Biaya Investasi

Reksadana ini membebankan biaya sebagai berikut:

  • Biaya Pembelian: 1,50%
  • Fee Manajer Investasi: 1,50%

Biaya pembelian dihitung dari jumlah investasi di Reksadana, sementara fee MI dihitung dari jumlah dana kelolaan.

Isi Portofolio Reksadana

Karena ini adalah jenis Reksadana Pendapatan Tetap maka isi portofolio Sucorinvest Stable Fund adalah Obligasi BAFI01CN5, Obligasi BIIF03CN2, Obligasi FR0063, Obligasi LPPI01BCN2, Obligasi MDKA03BCN1, Obligasi MFIN04BCN4, Obligasi WOMF04BCN2, TD BANK BRI, TD PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk, TD PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) Tbk.

Isi portofolio ini bersifat dinamis, sesuai dengan kebijakan Manajer Investasi.

Minimum Investasi

Jumlah minimum pembelian di Reksadana adalah Rp 100 ribu.

Tersedia pula program auto investment untuk melakukan investasi secara rutin sesuai dengan jadwal dan jumlah uang telah ditentukan.

Kelebihan Sucorinvest Stable Fund

1. Minimum Investasi Rendah

Jumlah minimum pembelian Reksadana ini adalah Rp 100 ribu. Cukup terjangkau untuk semua kalangan.

2. Dikelola Profesional Manajer Investasi

Reksadana dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi yang sudah punya tidak hanya kualifikasi keahlian tetapi juga pengalaman bertahun – tahun di industri ini.

3. Aman dan Legal

Reksadana Sucorinvest Stable Fund aman dan legal karena dikelola oleh Manajer Investasi yang sudah berpengalaman dan memiliki izin serta legalitas dari OJK.

4. Akses ke Pendapatan Tetap

Bisa masuk ke instrumen Pendapatan Tetap dengan lebih mudah. Tidak perlu belajar banyak dan mengerti teknisnya, bisa langsung terjun investasi di Pendapatan Tetap.

5. Diversifikasi

Keunggulan di Reksadana adalah bisa melakukan diversifikasi portofolio dengan lebih mudah. Hal ini membantu kita mengelola risiko dengan baik.

Kelemahan Sucorinvest Stable Fund

1. Resiko Investasi

Risiko investasi Pendapatan Tetap Sedang dibandingkan jenis instrumen lainnya. Harus siap dengan kejatuhan nilai investasi.

2. Manajer Investasi Bisa Bangkrut, Tutup

Manajer Investasi yang mengelola portofolio bisa saja bangkrut dan gagal mengelola investasi di Reksadana.

3. Biaya Manajemen Fee

Beban biaya management fee yang harus dibayar saat berinvestasi, yang untuk reksadana ini adalah 1,50% per tahun.

Reksadana untung atau rugi, fee manajer investasi tersebut tetap harus dibayar. Tidak ada biaya ini jika berinvestasi sendiri.

4. Likuiditas

Pencairan Reksadana meskipun cukup cepat tetapi dalam kondisi tertentu bisa memakan waktu. Tidak bisa cair dalam waktu 1 hari.

5. Return Tidak Konsisten Diatas Benchmark

Meskipun tujuannya adalah lebih baik dari benchmark, nama data menunjukkan bahwa Sucorinvest Stable Fund tidak selalu konsisten bisa mencetak return diatas benchmark.

Kesimpulan

Sucorinvest Stable Fund merupakan salah satu jenis Reksadana Pendapatan Tetap yang sudah cukup lama beroperasi dan dipercaya masyarakat yang terbukti dari besarnya dana kelolaan.

Namun investasi dalam instrumen keuangan yang beresiko perlu dipertimbangkan matang dan wajib disesuaikan dengan tujuan keuangan.